The ANALISIS KESESUAIAN TUMBUH PORANG TERHADAP PARAMETER LINGKUNGAN DI DESA SELELOS KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA

ANALISIS KESESUAIAN TUMBUH PORANG TERHADAP PARAMETER LINGKUNGAN DI DESA SELELOS KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA

  • Firman Ali Rahman Universitas Islam Negeri Mataram
  • Raden Didi Kuswara Program Studi Pendidikan Biologi,, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian
  • Nurmiat Nurmiati Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Indonesia
  • Zulkarnain Gazali Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Indonesia
  • Maya Ekaningsih Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Indonesia

Abstract

Porang is one of the root crops belonging to the family Araceae with a specification of the genus Amorphophallus. Porang is currently being developed in various places in Indonesia, one of which is North Lombok Regency with a potential of 1500 ha. The purpose of this study was to determine the suitability of the habitat and environmental parameters of porang growing in Selelos Village, Gangga District, North Lombok Regency. The research method was carried out by random sampling on the porang growing habitat by observing and analyzing the environmental parameters. The results showed that the height of the porang planting site in Selelos village was growing at an altitude between 443-457 m pdl with an average of 452.71 ± 7,476 m pdl, light intensity 200-550 I with an average of 292.86 ± 120.514 I, soil pH 7.8-7.9 or with an average of 7.84±0.053, soil moisture 1.5-6 RH with an average of 2.79±1.752 RH, and soil temperature 27-28°C or with an average 27.71±0.393 °C. The condition of these environmental parameters is still in accordance with the survival of the porang and is well developed in Selelos village, Gangga district, North Lombok regency.

Keywords : Habitat, Environmental parameters, Porang.

References

1. Koswara, S. 2013. Teknologi Pengolahan Umbi-umbian: Pengolahan Umbi Porang. [Modul]. Institute Pertanian Bogor.
2. Wahyuningtyas, R.D., Azrianingsih, R. Rahardi, B. 2013. Peta dan Struktur Vegetasi Naungan Porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Wilayah Malang Raya. Jurnal Biotropika, 1 (4) : 139-143.
3. Kementerian Pertanian. 2021. Ekspor Porang dan Edamame Meningkat. (online). (https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/covid-19/berita-covid19/769-ekspor-porang-dan-edamame-meningkat.html. Diakses pada tanggal 11 Juni 2022)
4. Sari, P., Suhatati. 2015. Tumbuhan Porang: Prospek Budidaya Sebagai Salah Satu Sistem Agroforestry. Info Teknis EBONI 12(2):97-110.
5. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat. 2021. Identifikasi Dan Upaya Pendaftaran Lombos (Porang Lokal) Lombok Utara. (online). https://ntb.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/1959-identifikasi-dan-upaya-pendaftaran-lombos-porang-lokal-lombok-utara. Diakses pada tanggal 11 Juni 2022.
6. Purwanto, A. 2014. Pembuatan Brem padat dari Umbi Porang (Amorphophallus Omcophyllus Prain). Widya Warta, 1 : 16 – 28.
7. Lase, E. 2007. Budidaya umbi hutan (porang), http://korannias.wordpress.com/2007/09/03/budidaya-umbi-hutan-/. Diakses pada tanggal 11 Juni 2022. Mataram.
8. Sumarwoto. 2012. Beberapa sifat agronomi dan teknik budidaya porang (iles-iles). Ringkasan modul training farmers. Program IMHERE . Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.
9. Hovander MJ and Vander School JK, 2003. Nature VS Nurture in the Leaf Morphology of Southern Beech, Nothofagus cunninghamii (Nothofagaceae). Journal of New Phytologist. 161: 585-594
10. Korner, C. 2007. The Use of ‘altitude’ in Ecological Research. Trends in Ecology and Evolution. 22: 569–574.
11. Wijayanto, N., Pratiwi, E. 2011. Pengaruh naungan dari tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L.) terhadap pertumbuhan tanaman porang (Amorphophallus onchophyllus). Jurnal Silvikultur Tropika ,2(1):46-51.
12. Perhutani. 2007. Budidaya Porang. Perum Perhutani. Nganjuk.
13. Zervoudakis, G., Salahas, G., Kaspiris, G., Konstantopoulou, E. 2012. Influence of Light Intensity on Growth and Physiological Characteristics of Common Sage (Salvia officinalis L.). Brazilian Archives of Biology and Technology, 55: 89-95.
14. Fan XX, Xu ZG, Liu XL, Tang CM and Wang LW. 2013. Effects of light intensity on the growth and leaf development of young tomato plants grown under a combination of red and blue light. Scientia Horticulturae, 153: 50-55.
15. Hale, M.G., Orcutt, D.M. 2012. The physiology of plant under stress. Agricultural Sciences, 3(6).
16. Litbang Pertanian. 2016. Tanaman Porang. (online). https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/monograf/tanamanporang/. Diakses pada 16 Juni 2022. Mataram.
17. Senjaya, N., Wijayanto, N., Wirnas., Achmad, D. 2018. Evaluasi Sistem Agroforestry Sengon Dengan Padi Gogo Terhadap Serangan Cendawan Rhizoctonia sp. J. Silvikultur Trop, 9: 120-126.
18. Dijkstra, F.A., Cheng W. 2010. Interaction between soil and tree roots accelerate long-term soil karbon decomposition. Ecology Letters, 10: 1046-1053.
19. Jata, S.K., Sahoo B., Nedunchezhiyan M. 2009. Intercropping elepant foot yam in orchard crops. Orissa review :82-84.
20. Maria, Ayu SM, Lani. 2021. Perbandingan Pertumbuhan Tanaman Porang (Amorphophallus Muelleri) Agroforestry Dan Monokultur Pada Kelompok Tani Sari Bunga Kayu Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita, 3(2): 23-31.
21. Rosmarkam, Afandhie dan Nasih Widyia Yuwono, 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.
22. Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Saul, M.R., Diha, M.H., Hong, G.B., Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung.
23. Sumarwoto. 2004. Pengaruh Pemberian Kapur dan Ukuran Bulbil Terhadap Pertumbuhan Iles-iles
24. Qur’ani, N., Yuliani, Dewi, .SK. 2020. Respons Morfologi dan Kadar Glukomannan Tumbuhan Porang (Amorphophallus muelleri Blume) pada Lingkungan yang Berbeda. LenteraBio, 9(1): 74-81.
25. Ermiati, Laksmanahardja, M.P. 1996. Manfaat iles-iles (Amorphophallus sp) sebagai bahan baku makanan dan industri. Jurnal Litbang Pertanian 15 (3): 74-80.
26. Siswanto, B. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Lahan dan Rencana Tataguna Lahan. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.
27. BPS Kabupaten Lombok Utara. 2021. Kecamatan Gangga Dalam Angka 2021. https://lombokutarakab.bps.go.id/publication/2021/09/24/a406bec25750fb2a9fcd121f/kecamatan-gangga-dalam-angka-2021.html. Diakses pada 16 Juni 2022. Mataram.
28. Indriyani SE, Arisoesilaningsih T, Wardiyati, Purnomo B. 2010. Hubungan Faktor Lingkungan Habitat Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) pada Lima Agroforestri di Jawa Timur dengan Kandungan Oksalat Umbi. Jurnal Nasional. Universitas Brawijaya Malang.
29. Harlastuti. 1980. Pemupukan Gandasil D Lewat Daun Dibandingkan Dengan Pemupukan NPK Berat Tanah Pada Tanaman Kentang. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta
Published
2022-08-10
How to Cite
Rahman, F., Kuswara, R., Nurmiati, N., Gazali, Z., & Ekaningsih, M. (2022). The ANALISIS KESESUAIAN TUMBUH PORANG TERHADAP PARAMETER LINGKUNGAN DI DESA SELELOS KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA. JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS, 3(2), 41-46. https://doi.org/10.51673/jips.v3i2.995
Section
Artikel