Perbandingan Efektivitas Minyak Ikan Hiu Dengan Povidon Iodin Pada Penutupan Luka Iris

Main Article Content

Dahlia Andayani
Baiq Fahrina Findawati
Nurul Hidayati

Abstract

Minyak ikan hiu dari Desa Tanjung luar Lombok Timur secara empiris dimanfaatkan sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas minyak ikan hiu dengan povidon iodin secara topikal pada luka iris .


Penelitian ini  menggunakan rancangan post test only control group design  dengan 3 kelompok perlakuan. Sebanyak 9 ekor kelinci dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; kelompok I sebagai kontrol negatif (Aquadest), kelompok 2 sebagai kontrol positif menggunakan Povidon Iodin (betadine 10%), dan kelompok 3 sebagai perlakuan minyak ikan hiu. jumlah perlakuan yang diberikan sebanyak 3 tetes pada masing masing luka dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari yaitu pagi dan malam hari. Jenis luka yang di gunakan yaitu luka iris berbentuk bulat dengan diameter luka 1 cm. data yang diamati berupa diameter luka yang dilihat secara visual dan diukur sisa penutupannya menggunakan penggaris. pengukuran dilakukan setiap hari selama 7 hari.


Data hasil penelitian menunjukkan sturuktur anatomi kulit yang teriris pada semua kelompok perlakuan terjadi perbaikan. data Hasil pengukuran diameter  luka dari masing – masing perlakuan mengalami perubahan yaitu rata – rata diameter luka dari semua perlakuan adalah kontrol negatif sebesar 0,7 cm. Kontrol positif  sebesar 0,4 cm  dan minyak ikan hiu sebesar 0,2 cm .


Hasil penelitian pada Minyak ikan hiu (Centrophorus sp.) menutup luka lebih efektif dibandingkan dengan povion iodin 10% karena kandungan saponin dalan minyak ikan.

Article Details

How to Cite
Andayani, D., Findawati, B., & Hidayati, N. (2022). Perbandingan Efektivitas Minyak Ikan Hiu Dengan Povidon Iodin Pada Penutupan Luka Iris. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 10(1), 7 - 10. https://doi.org/10.51673/jikf.v10i1.1084
Section
Articles

References

Devi Hertuti, 2005. Analisis Ikan Hiu Tangkapan dan Pola Pemanfaatannya di PPI Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur : Nusa Tenggara Barat.
Erizal, 2005. Pengaruh Iradiasi Gamma pada Karateristik Squalen, Akan dipublikasikan : Jakarta.
Ekaputra, E. 2013. Evolusi Manajemen Luka. Jakarta: Trans Info Media
Mursito, 2004. Ramuan Tradisional untuk Kesehatan Anak. Penebar Swadaya : Jakarta.
Moeljanto, 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. Penebar Swadaya : Jakarta
Mar‘ah, Husnul. 2015. Uji Aktifitas Ekstrak Etanol Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Dalam Proses Percepatan Penyembuhan Luka Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) Strain Wistar. Mataram : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Prastiana, S.D., 2010. Perbedaan EfekPemberianLendirBekicot (Achatinafulica) Dan Gel BioplacentonTerhadapPenyembuhan Luka BersihPadaTikusPutih, Surakarta : UniversitasSebelasMaret.
Simanjuntak, Megawati. 2008. Proses Penyembuhan Luka. Diakses pada tanggal 25 juli 2011 melalui http://syehaceh.wordpress.com/proses-penyembuhan-luka.
Wahyu Kurniawan, 2009. Upaya meningkatkan Kualitas Perolehan Squalen pada Minyak Ikan Hiu
Yunizal, Nasran dan N. Hak. 1982. Pengolahan Kulit Ikan Cucut untuk Penyamakan. Laporan Penelitian Teknologi Perikanan No. 16. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan : Jakarta.