Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Gula Kapas Merah yang Dijual di Kota Mataram Tahun 2013

Main Article Content

Dahlia Andayani
Hardiono Adisaputra

Abstract

Zat pewarna makanan digunakan untuk merubah penampilan fisik makanan agar terlihat lebih menarik. Di Indonesia, terdapat kecendrungan penambahan zat pewarna non pangan pada beberapa jenis makanan seperti penambahan zat pewarna merah Rhodamin B merupakan senyawa kimia sintetik yang bersifat karsinogenik bagi tubuh dan banyak digunakan sebagai zat pewarna kertas dan tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan Rhodamin B pada Gula Kapas Merah yang beredar di Kota Mataram menggunakan metode uji Rhodamin B Test Kit yaitu suatu metode untuk menguji kandungan Rhodamin B pada suatu sampel makanan dengan mengamati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi reagen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah Gula Kapas Merah. Sampel diambil menggunakan random accidental sampling. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Kimia
Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram pada bulan Agustus 2013. Data hasil penelitian diolah dengan menghitung persentase sampel yang positif dan negative mengandung Rhodamin B. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh 3 sampel makanan Gula Kapas Merah ( 33 % sampel ) yang positif mengandung Rhodamin B dan sebesar 67 % sampel Gula Kapas Merah dinyatakan negatif mengandung Rhodamin B.

Article Details

How to Cite
Andayani, D., & Adisaputra, H. (2019). Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Gula Kapas Merah yang Dijual di Kota Mataram Tahun 2013. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 1(1), 8-11. Retrieved from http://ejournal.unwmataram.ac.id/jikf/article/view/111
Section
Articles