Umur Simpan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) asal Mataram sebagai Pewarna Alam

Main Article Content

Yunan Jiwintarum
Lale Syifaun Nufus

Abstract

Kulit buah naga mengandung zat warna alami antosianin. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberi warna merah yang berpontensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetik yang lebih aman bagi kesehatan. Penelitian merupakan penelitian True experimental yang bertujuan untuk mengekstrak zat warna antosianin dari kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan untuk mengetahui umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus).Ekstraksi antosianin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest.Parameter yang diterapkan pada penguji umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) adalah pengamatan warna dan bau secara organoleptik, pengukuran pH dan pengamatan pertumbuhan mikro organisme dari ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) yang disimpan selama beberapa hari. Hasil pengamatan pada uji umur
simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) diperoleh ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) tidak mengalami perubahan sampai hari ke-3.Perubahan warna, peningkatan pH dan pertumbuhan mikroorganisme terjadi pada hari ke-4.Jadi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) dengan pelarut aquadest adalah 4 hari.

Article Details

How to Cite
Jiwintarum, Y., & Nufus, L. (2019). Umur Simpan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) asal Mataram sebagai Pewarna Alam. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 1(1), 19-21. Retrieved from http://ejournal.unwmataram.ac.id/jikf/article/view/114
Section
Articles