Hubungan Ibu Hamil Yang Menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Tanjung Karang

Main Article Content

Tuti Herawati
Abidaturrosyidah A
Siti Dzulhijah Yani

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah kesehatan masyarakat, bukan hanya karena prevalensinya yang tinggi dan juga dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak.Data Dikes Kota Mataram dari bulan Januari-Desember 2012 menunjukan angka cakupan ibu hamil yang menderita Kekurnagan Energi Kronis (KEK) tertinggi adalah Puskesmas Tanjung Karang sebesar 141 orang (10,14%) dan cakupan terendah ada di puskesmas Dasan Agung sebesar 32 orang (2,30%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2012. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan “Retrospektif”.Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan bayi di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2012 yang berjumlah 1268 orang. Sedangkan jumlah sampelnya adalah total populasi yang berjumlah 1268 orang. Pengumpulan data diperoleh dari rekam medis. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji statistik Chi Square secara manual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah 141 0rang (11,2 %) dan bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berjumlah 57 bayi (4,50%), serta ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Hal ini didukung oleh hasil uji statistik Chi Square secara manual X2 Hitung = 356,1 dan X2 Tabel = 3,841 maka X2 Hitung > X2 Tabel atau pvalue < α (0,05) yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan dari 1268 sampel yang diteliti, sebanyak 50 (3,94%) bayi Berat Badan lahir Rendah (BBLR) yang dilahirkan oleh ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK), artinya semakin sedikit jumlah ibu hamil yang menderita kekurangan Energi Kronis (KEK) maka semakin kecil bayi yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBL).Diharapkan kepada semua petugas kesehatan untuk terus meningkatan pelayanan KIA dan menggalakkan program penurunan angka kesakitan dan kematian pada ibu maupun bayi yang dilahirkan akibat gizi kurang.

Article Details

How to Cite
Herawati, T., A, A., & Yani, S. (2013). Hubungan Ibu Hamil Yang Menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Tanjung Karang. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 1(2), 33-38. Retrieved from http://ejournal.unwmataram.ac.id/jikf/article/view/118
Section
Articles