Aktor Politik Pedesaan Dalam Demokrasi Pemilihan Kepala Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah

  • Hapipi Jayadi

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi, dimana masyarakat desa dapat berpartisipasi dengan memberikan suara untuk memilih, ada hal menarik yang menjadi kekhasan dalam praktik demokrasi ditingkat desa, yaitu tidak dipakainya partai politik. Justru absennya partai politik menjadikan dinamika yang memiliki daya saing lebih. Di Kabupaten Lombok Tengah syarat menjadi calon kepala desa harus memiliki dukungan 12% dari total daftar pemilih tetap. Desa Aik Berik merupakan contoh proses pemilihan kepala desa yang berlangsung seru dan menimbulkan kompetisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah proses pemilihan kepala desa, pada tahapan awal yang dilakukan yaitu pembentukan panitia oleh Badan Permusyawaratan Desa yang tediri dari unsure perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat desa yang mandiri dan tidak memihak. Jumlah daftar pemilih tetap dalam pemilihan kepala desa sebanyak 5.669 pemilih. Berdasarkan keputusan panitia pemilihan ditetapkan ada lima calon kepala desa, semua berasal dari warga asli Desa Aik Berik. Aktor pemilihan kepala desa yaitu para tokoh agama dan tokoh masyarakat karena dianggap lebih berpendidikan, punya sumber daya yang menempuni, dan lebih cakap dalam soal apapun. Demokrasi pemilihan kepala desa yang berlangsung selama pemilihan masih kurang demokratis, karena ada indikasi money politics dan adanya penggunaan kekuatan lain yang sifatnya supranatural.

Published
2019-10-12
How to Cite
Jayadi, H. (2019). Aktor Politik Pedesaan Dalam Demokrasi Pemilihan Kepala Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal SIKAP (Solusi Ilmiah Kebijakan Dan Administrasi Publik), 3(2), 12-24. Retrieved from http://ejournal.unwmataram.ac.id/sikap/article/view/392