POTENSI BIOKOMPOS DAN BIOAKTIVATOR YANG MENGANDUNG Trichoderma sp. DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG

  • Suhaili Suhaili Widyaiswara Madya Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Keywords: Biokompos, Bioaktivator, Trichoderma sp., Jagung

Abstract

Pemanfaatan biokompos dan bioaktivator yang mengandung Trichoderma sp. berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 sampai Agustus 2022 menggunakan metode eksperimental dengan percobaan di lapangan (Desa Gerung Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor. Petak Utama adalah aplikasi bioaktivator (B) tediri dari dua aras : B0 = Tanpa Bioaktivator; B1 = Dengan bioaktivator (300 Kg/Ha atau 150 Gr/petak atau 5 Gr/lubang tanam).Anak petak adalah Dosis Biokompos (D) terdiri dari 6 aras : D0 = Tanpa pemberian biokompos, D1 = 5 Kg/petak (10 ton/Ha), D2 = 7,5 Kg/petak (15 ton/Ha), D3 = 10 Kg/petak (20 ton/Ha), D4 = 12,5 Kg/petak (25 ton/Ha), D5 = 15 Kg/petak (30 ton/Ha), Perlakuan merupakan kombinasi antara aplikasi bioaktivator dengan dosis biokompos yang diulang sebanyak tiga (3) kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis biokompos 30 ton/ha mampu meningkatkan tinggi tanaman, Bobot tongkol, dan berat biji jagung

References

Azis, A.R.A., 2014. Composting technology and impact of compost on arid soil biochemical properties. Int. J. Plant and Soil Science 3(6): 538‒553.
Dinas Pertanian Lombok Barat, 2022. Produksi dan Produktivitas Tanaman pangan di Kabupaten Lombok Barat. Gerung
Grand Strategi Pengembangan Agribisnis Jagung di NTB (2009-2013). Membumikan Jagung Merebut Pasar.
Heddi S., W.H. Susanto, dan M. Kurniati, 1994. Pengantar Produksi Tanaman dan Penanganan Pasca Panen.Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Hipi, A., 2008. Peluang dan Tantangan Pengembangan Jagung di Lahan Kering di NTB.
Masulili A., W.H. Utomo and Syechfani, 2010. Rice Husk biokompos For Rice Bassed Cropping System in Acid Soil 1. The Characteristics og Roce Husk biokompos and Its Influence on The Properties of Acid Sulfate Siols and Rice Growth in The West Kalimantan, Indonesia.Journal Of agriculture Science 2 (1), 39-47.
Mulyadi M., 2012. Uji Dosis biokompos dan Pupuk Nitrogen Terhadap Efisiensi Penggunaan Air Dan Perbaikan Sifat Fisik Tanah Serta Pertumbuhan Jagung Pada Tanah Pasiran Lombok Utara.Tesis. Megister Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering. Universitas Mataram. Mataram.
Nurida N.L. dan Rachman A., 2012. Alternative Pemulihan Lahan Kering Masam Terdegradasi dengan Formula Pembenah Tanah biokompos di Tipic Kanhapludukts Lampung. Bogor.
Ogbonna, D.N., N.O. Isirimah, and E. Princewill, 2012. Effect of organic waste kompost and microbial activity on the growth of maize in the ultisol in Port Harcourt. Nigeria. African Journal of Biotechnology 11(62): 12546‒12554.
Rostaliana P., Prawito p., dan Turmudi E., 2012. Pemanfaatan biokompos untuk Perbaikan Kualitas Tanah dengan indicator Tanaman Jagung Hibrida dan Padi Gogo pada Sistem Lahan tebang dan Bakar. Jurnal Penelitian Pengelolaan sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 no. 3 Desember 2012. Riau.
Rukmana, R., 2007. Jagung. Budidaya, Pasca Panen dan Penganekaragaman Pangan. Penerbit CV. Aneka Ilmu. Semarang.
Sudantha, I. M. 2009. Aplikasi Jamur Trichoderma spp. (Isolat ENDO-02 dan 04 serta SAPRO-07 dan 09) sebagai Biofungisida, Dekomposer dan Bioaktivator Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Vanili dan Pengembangannya pada Tanaman Hortikultura dan Pangan Lainnya di NTB. Laporan Penelitian Hibah Kompetensi DP2M Dikti, Mataram.
Sudantha I.M. dan Suwardji, 2012.Pemanfaatan Bioaktivator dan Biokompos (mengandung Trichoderma dan Mikoriza) untuk Meningkatkan Kesehatan, Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Di Lahan Kering. Penelitian Hibah Pascasarjana PM-PSLK Universitas Mataram. Mataram.
Sukartono dan Utomo W.H., 2012. Peranan biokompos Sebagai Pembenah Tanah Pada pertanaman jagung di Tanah Lempung Berpasir (sandi loam) Semiarit Tropis Lombok Utara. Buana Sains Vol. 12 No. 1: 91-98, 2012.
Sukartono, 2011. Pemanfaatan biokompos sebagai Bahan Amandemen Tanah untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan air dan Nitrogen Tanaman Jagung (Zea mays, L.) di Lahan Kering Lombok Timur. Laporan Hasil Penelitian Disertasi Doktor Tahung Anggaran 2011. Brawijaya.
Suryaningsun B.I., 2012. Kajian biokompos Tempurung Kelapa Dalam Meningkatkan Hasil Dan Efisiensi Penggunaan Pupuk Nitrogen Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Serta Perbaikan Sifat Tanah Berpasir Kabupaten Lombok Utara.Tesis. Megister Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering. Universitas Mataram, Mataram.
Suwardji, 2011. Potensi biokompos terhadap Efisiensi Penggunaan Air dan Perubahan Sifat Fisik Tanah serta Pertumbuhan Jagung pada Tanah Pasiran Lombok Utara. Laporan Kemajuan Penelitian KKP3T Badan Litbang Pertanian Deptan, Mataram.
Tjandrawati N.T., 2012. Bioteknologi Fungi Biokontrol dan pengembangannya untuk Aplikasi dalam Bidang pertanian, Industri Ramah lingkungan dan kesehatan.
Utomo M., W.A. Zakaria dan A.K. Mahi, 1993. Pembangunan Wilayah Lahan Kering di Provinsi Lampung, 20 – 21 September 1993.
Published
2022-12-31
Section
Articles