Kejadian dan Penyebab Stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020
Abstract
Stunting atau disebut dengan “pendek” merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik. Sedangkan dalam jangka panjang menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit kronis. Stunting di Lombok Barat masuk jajaran ke 3 setelah Lombok Timur dan Dompu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian dan penyebab stunting di Desa Mambalan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Jenis penelitian observasi yang dirancang secara deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting. Sampel penelitian ini adalah 19 orang balita yang mengalami stunting di Desa Mambalan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuhl. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kejadian stanting di Desa Mambalan adalah faktor pendidikan ibu pendidikan dasar dan menengah masing – masing 9 sampel (47,37%), pekerjaan ibu yaitu ibu tidak bekerja 17 sampel (89,47%) dan pendapatan orangtua sebanyak 18 sampel (94,73%). Disarankan kepada tenaga kesahatan dan para kader – kader untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kejadian stunting. Dan untuk masyarakat agar melakukan semua program yang sudah ada dengan maksimal untuk pencegahan stunting seperti mengikuti posyandu, kelas ibu hamil,mengkonsumsi tablet Fe untuk ibu hamil yang sudah diberikan.
References
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ariati, L. I. (2019). Akademi Kebidanan Jember. FAKTOR-FAKTOR RESIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING PADA BALITA USIA 23-59 BULAN, 28-37.
Arif Mulyadi,Sri Mugianti, A. Z. (2018). JURNAL NERS DAN KEBIDANAN. Faktor penyebab anak Stunting usia 25-60 bulan, 270.
Aritonang, I. (2012). Penyelenggaraan Makanan. Yogyakarta: Jurusan Gizi Pltekkes.
Batubara, I., & Sri Juwarni. (2018). Health Reproductive. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI, 3.
Bawon Nul Hakim, W. Y. (2019). Darurat Stunting dengan melibatkan keluarga. sulawesi selatan: Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Chandra, d. B. (2009). Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
dr. Anung Sugihantono, M. (2018). Buku Saku Pemantauan Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Dr. Betty Yosephin, S. ,. (2019). Buku Pegangan Petugas KUA : Sebagai Konselor 1000 HPK dalam Mengedukasi Calon Pengantin Menuju Bengkulu Bebas Stunting. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Dr. Juliansyah Noor, S. (2017). Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana.
Endra, D. F. (2017). Pengantar Metodologi Penelitian (Statistika . Sidoarjo: Zifatama Jawara.
Farapti, L. M. (2016). Universitas Airlangga. PERBEDAAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DAN RIWAYAT, 61-69.
Ferry Efendi, M. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta: Salemba Medika.
firman. (2018, Mei 24). Angka Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi. Retrieved Juni 24, 2020, from Dinas komunikasi, informatika dan statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat: https://diskominfotik.ntbprov.go.id/content/angka-kurang-gizi-di-ntb-masih-tinggi
Fitri. (2012). Berat lahir sebagai faktor dominan terjadinya Stunting pada balita (12-59 bulan) di Sumatera (Analisis Data Riskesdas 2010). Universitas Indonesia.
Gunarsa, S. 2007. psikologi remaja. Jakarta: Gunung mulia.
Harahap, H., Budiman, B., & Widodo, Y. (2018). Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia 0, 5-1, 9 tahun terkait dengan asupan makanan dan pengasuhan yang kurang. Gizi Indonesia, 41(1), 49-58.
Harismi, A. (2020, Maret 11). SehatQ. Retrieved Juli 4, 2020, from Berat Badan Ideal Anak Usia 1-5 Tahun dan Cara Mencapainya: https://www.sehatq.com/artikel/berat-badan-ideal-anak-usia-1-5-tahun-dan-cara-mencapainya
Harsono, F. H. (2019, april 3). 79 Juta Balita di Asia Pasifik Alami Stunting. Retrieved maret 16, 2020, from liputan 6 : https://www.liputan6.com/health/read/3932964/79-juta-balita-di-asia-pasifik-alami-stunting
Hiasinta A. Purnawijaya.2006.Sanitasi Higiene dan Keselamatan Kerja Dalam Pengolohan Makanan.Yogyakarta : Kanisius
Hidayat, A. A. (2014). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta Selatan: Salemba Medika.
Ir. Shirley Wahadamaputera, I. T. (2015). Utilitas Bangunan Modul Plumbing. Jakarta: Penebar Swadaya Grup.
Kusudaryati, D. P. (2014). PROFESI Volume 10 . KEKURANGAN ASUPAN BESI DAN SENG SEBAGAI FAKTOR PENYEBAB STUNTING, 57-61.
Mikhail, W.Z.A., Sobhy, H.M., El-Sayed, H.H., Khairy, S.A., Abu Salem, H.Y.H., Samy, M.A. (2013). Effect of Nutritional Status on Growth Pattern of Stunted Preschool Children in Egypt. Academic Journal of Nutrition, 2(1), 1–9, doi: 10.5829/idosi.ajn.2013.2.1.7466. Diakses dari www.idosi.org/ ajn/2(1)13/1.pdf
Mulyaningsih, T., Aprianti, R., Ardianti, N. L. P. J., Aswin, W. A., Faisal, M., Hikmah, N., & Keraf, N. H. D. (2019). PENGEMBANGAN UMKM KERUPUK MAMBAL SEBAGAI WUJUD EKONOMI KREATIF DI DESA MAMBALAN KABUPATEN LOMBOK BARAT. Abdi Insani, 6(2), 259-266.
Ni’mah, C., & Muniroh, L. (2015). Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu dengan wasting dan stunting pada balita keluarga miskin. Media Gizi Indonesia, 10(1), 84-90.
Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo. (2012). Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
NTB, D. P. (2019, november 6). Gubernur NTB Putuskan UMP 2020 Rp.2,183 Juta. Retrieved Juni 24, 2020, from Disnakertrans Prov NTB: https://disnakertrans.ntbprov.go.id/gubernur-ntb-putuskan-ump-2020-rp-2183-juta/
ntb, s. (2019, oktober 25). https://www.suarantbSatu Merah ,Delapan Kabupaten/Kota Rapor Kuning Penanganan Stunting di ntb. Retrieved maret 16, 2020, from suara ntb: https://www.suarantb.com/ntb/2019/279034/Satu.Merah,Delapan.KabupatenKota.Rapor.Kuning.Penanganan.Stunting.di.NTB/
Pendidikan, D. (2020, Mei 21). Dosen Pendidikan. Retrieved Juli 4, 2020, from Kandungan ASI: https://www.dosenpendidikan.co.id/manfaat-asi/
Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta Timur: Prenada Media.
Rahman, M.S., Howlader, T., Masud, M.S., Rahman, M.L. (2016). Association of Low-Birth Weight with Malnutrition in Children under Five Years in Bangladesh: Do Mother’s Education, Socio-Economic Status, and Birth Interval Matter?. Journal Plos One, 11(6), doi:10.1371. Diakses dari http://dx.doi.org/10.1371/ journal. pone.0157814.
RI, P. (2012, Oktober 10). Unpad. Retrieved Juli 4, 2020, from UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: https://www.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/10/UU20-2003-Sisdiknas.pdf
Roesli, Utami. 2007.Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta. Trubus Agriwidya.
Syahrul sarea. 2014. ‘Pengertian Pola Asuh Anak Dalam Keluarga’. wawasan pendidikan.
Sudrajat, A. (2010). Definisi pendidikan menurut UU no. 20 tahun 2003. Diakses di http://akhmadsudrajat. wordpress. com/2010/12/04/definisi-pendidikan-definisi-pendidikan-menurut-uu-no-20-tahun-2003-tentang-sisdiknas/pada tanggal, 12.
Sumantri, A. (2011). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kencana.
Sunarti, Nugrowati, A.K (2014). Korelasi Status Gizi, Asupan Zat Besi dengan Kadar Feritin pada Anak usai 2–5 Tahun di Kelurahan Semanggi Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 11–18. Diakses dari http:// journal.uad.ac.id/index.php/KesMas/article/ download/1037/768.
Suroto.(2000). Strategi Pembangunan Dan Perencanaan Kesempatan Kerja.Yogyakarta : Gajah Mada University
Susilowati, K. (2016). Gizi dalam Daur Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Tando, N.M. 2012.Durasi dan frekuensi sakit balita dengan terjadinya stunting pada anak SD di kecamatan Malalayang Kota Manado.Jurnal Kesehatan, GIZIDOVol. 4, No1 Mei 2012. Hal 338-348.
Tarmidzi. 2010. ‘Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Psychological Self Concept Anak Dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Dasar’, pp. 23–33.
Tiwari, R., Ausman, L. M., & Agho, K. E. (2014). Determinants of stunting and severe stunting among under-fives: evidence from the 2011 Nepal Demographic and Health Survey. BMC pediatrics, 14(1), 239.
Trini Sudiarti, Z. (2013). Jurnal Gizi dan Pangan. FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA (24—59 BULAN) DI SUMATERA , 175—180.
User, S. (2017, Agustus 07). Kesehatan Ibu dan Anak. Retrieved Juli 04, 2020, from Pekan ASI Nasional: Budayakan ASI Eksklusif hingga Usia Bayi 6 bulan: http://kesehatan-ibuanak.net/kia/index.php/blog/98-pengantar-mingguan/998-pekan-asi-nasional-budayakan-asi-eksklusif-hingga-usia-bayi-6-bulan
Yetti Wira Citerawati.2018.NCP Komunitas.Malang : Wineka Media
WBP, V. S. (2019, oktober 21). Kasus Stunting di Indonesia Masih Tinggi. Retrieved Maret 18, 2020, from berita satu: https://www.beritasatu.com/ekonomi/581125-kasus-stunting-di-indonesia-masih-tinggi