Beberapa Karakteristik Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Puskesmas Ampenan

  • Nia Supiana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Sriama Muliani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: ASI, Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah perilaku pencarian punting payudara ibu sesaat setelah lahir. Hal ini sangat dibutuhkan, karena bayi setelah lahir langsung mendapat asupan gizi dari ASI. Pemberian ASI secara dini juga sangat bermanfaat bagi ibu,terutama untuk merangsangkelancaran ASI. Program IMD merupakan program pendukung dari pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Pentingnya pemberian IMD merupakan salah satu cara dalam menyukseskan Kesehatan bayi secara fisik dan psikis yang selama ini masih kurang diterapkan karena cenderung mengabaikan IMD dengan anggapan bahwa putting mengandung kuman dan kotor pada saat ibu bersalin (Fauziah Nasution, 2017).

Metode penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar partograf dan kohort bayi, yang berisi tentang data responden dan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Inisiasi Menyusu Dini, mengenai penatalaksanaan IMD di puskesmas Ampenan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari 56 responden yang dijadikan sampel di Puskesmas Ampenan, sebagian besar berada pada kelompok mutipara ( 2-4) sebanyak 38 orang (67,86 %), pendidikan menengah sebanyak 25 orang (44,64 %), kesehatan ibu sebanyak 56 orang (100 %), kesehatan bayi 54 orang (96,43 %) dan keberhasilan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang (96,43 %). Ibu bersalin yang berada di Puskesmas Ampenan sebagaian besarĀ  berhasil melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang ( %).

Peran tenaga kesehatan atai Bidan dalam membimbing proses IMD sudah baik, dan responden yang masih belum melakukan IMD adalah ibu yang memiliki kondisi bayi yang perlu penanganan intensif saat bayi baru lahir. Selain itu walaupun hamper semua redponden melakukan IMD , Bidan harus tetap memberikan dukungan dan promkes terhadap manfaat melakukan IMD pada ibu bersalin.

References

Indonesian Pediatric Society Committed in Improving The Health of Indonesian Children https://www.idai.or.id/ Inisiasi Menyusu Dini 26.08.2013
Karo, A. B. (2014). Gambaran Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada Bayi Baru Lahir di Ruang Rawat Inap di Klinik Bersalin Nd. Rina Berastagi Tahun 2014. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/44662 .
KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia). (2015). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI
Kodrat, L. (2010). Dahsyatnya ASI Dan Laktasi. Yogyakarta : Media Baca
Novianti & Mujiati. Faktor Pendukung Keberhasilan Praktik Inisiasi Menyusu Dini di RS Swasta dan Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, Vol. 6, No. 1, 2015. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/kespro/article/view/4756
Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Parktis. Jakarta : Salemba Medika
Putri, R., Agung, I. W., Andarini, S. (2015). Pengaruh Faktor Instrinsik dan Ekstrinsik terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan di Puskesmas Rawat Inap. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 28, No. 3, Februari 2015.
WHO. Exclusive Breastfeeding For Optimal Growth, Development And Health Of Infants. In :WHO. 2014; 1-3.
Yauri, I. (2010). Systemic Review Appraisal on Interventions for Promoting The Initiation Of Breastfeeding. Jurnal Lasallian. http://scholar.google.com/scholar?cluster=1081022982905260269&hl=en&oi =scholarr
Published
2023-02-03
How to Cite
Supiana, N., & Muliani, S. (2023). Beberapa Karakteristik Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Puskesmas Ampenan. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 10(2), 88 - 91. https://doi.org/10.51673/jikf.v10i2.1404