Tingkat Pengetahuan Penggunaan Suplementasi Zinc Pada Balita Terkena Diare Di Puskesmas Narmada Lombok Barat pada Bulan Januari-Maret Tahun 2022

  • Nur Oktaviani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • M. Sidrotullah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Arte Wijaye Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Tingkat Pengetahuan, Penggunaan Suplementasi Zinc, Diare

Abstract

Diare masih menjadi masalah di propinsi NTB, dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Pada riset kesehatan dasar (riskesdes) 2013 diantara seluruh provinsi di indonesia, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi dengan kejadian diare berada diatas rata-rata nasional yaitu 5,3% pada tahun 2012 kejadian diare di NTB sebanyak 176.920 kasus yang tersebar di Kabupaten/Kota (Dinas kesehatan NTB, 2013). Penggunaan zinc yang dilakukan dari seluruh dunia melaporkan bahwa suplemen zinc dapat berkontribusi untuk mempersingkat durasi diare. Pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut harus diinformasikan kepada pasien dan keluarga. Berbagai studi mencatat fakta bahwa pasien yang dibekali informasi akan meningkatkan pengetahuan ibu terhadap penggunaan suplementasi zinc pada balita.

Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang penggunaan suplementasi zinc pada balita yang terkena diare di Puskesmas narmada Lombok barat.

Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden ibu yang memiliki balita dengan riwayat diare secara consecutive sampling.

Menurut hasil penelitian  pengetahuan yang dilihat dari pengetahuan ibu. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa terdapat 11 responden (55%) baik dan 9 responden (45%) cukup dan 0 responden (0%) kurang.

References

Adriani, M., dan Wirjarmadi B, 2012. Pengantar Gizi Masyarakat.Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Agtini, D. M. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Vol. 02, Triwulan II, No. 08, 2011, Bhakti Husada. Kementrian Kesehatan RI: Jakarta.
Ariastuti, R. (2016). Zinc, Suplemen saat Buah Hati Diare. Tribun Jogja. Yogyakarta.Diakes pada tanggal 20 Maret 2016.
Bakri A. 2003. Peranan Mikronutrien Seng dalam Pencegahan dan Penanggulangan Diare.Dalam: Kumpulan Makalah Kongres Nasional II Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia (BKGAI). H: 132-39.
Budiman & Riyanto A. 2013. Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika pp 66-69.
Chang, Ju Young. 2008. Decreased Diversity of the Fecal Microbiome in Recurrent Clostridium difficile-Associated Diarrhea. J Infect Dis., 197(3):435-438.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Buku Saku Petugas Kesehatan Lima Langkah Tuntaskan Diare.Jakarta : Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan;pp.288-390.
Depkes RI. 2010. Hasil Evaluasi Program Pemberantasan Penyakit Diare.Direktorat Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Departemen Kesehatan. Jakarta.
Depkes RI. 2011. Lintas Diare. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.
Depkes, R. I. 2000. Buku Pedoman Pelaksanaan Program P2 Diare.Jakarta: Ditjen PPM dan PL.
Hatta M, Supriatmo AM, Sinuhaji AB, Hasibuan B, Nasution FL. Comparison of zinc-probiotic combination therapy to zinc therapy alone in reducing the severity of acute diarrhea. Paediatric Indonesian . 2011;51:1-6. doi: 10.14238/pi51.1.2011.
Hatta, G. 2011. Tujuan Kegunaan, Pengguna dan Fungsi Rekam Medis Kesehatan, dalam Hatta, G, editor. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Hockenberry, M. J., & Wilson, D., Rodgers, C. C. 2016. Study Guide for Wong’s Essentials of pediatric Nursing Tenth Edition. United States of America: Elsevier Inc.
Kemenkes RI. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Kementrian Kesehatan Indonesia Republik Indonesia. Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI. Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Pada Balita.Direktorat Jendral Pengadilan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan. 2011.
Nazek, Al-Gallas. 2007. Etiology of Acute Diarrhea in Children and Adults in Tunis, Tunisia, with Emphasis on Diarrheagenic Escherichia coli: Prevalence, Phenotyping, and Molecular Epidemiology. Am J Trop Med Hyg, 77(3):571-582.
Notoatmodja, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Kemenkes RI. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Kementrian Kesehatan Indonesia Republik Indonesia. Jakarta.
Published
2023-03-06
How to Cite
Oktaviani, N., Sidrotullah, M., & Wijaye, A. (2023). Tingkat Pengetahuan Penggunaan Suplementasi Zinc Pada Balita Terkena Diare Di Puskesmas Narmada Lombok Barat pada Bulan Januari-Maret Tahun 2022. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 11(1), 4 - 7. https://doi.org/10.51673/jikf.v11i1.1659