Perbandingan Efek Analgetik Ekstrak Etanol dan N-Heksana Dari Herba Tapak Kuda (Ipomea pes- caprae L) Pada Mencit Dengan Metode Writhing Reflex

  • Dahlia Andayani Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
  • Yunan Jiwintarum Politeknik Kesehatan Mataram
Keywords: Ipomea pescaprae, ektrak etanol, heksan, analgetik

Abstract

Daun tapak kuda (Ipomoea pes-caprae L. Sweet) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Manfaat daun tapak kuda banyak digunakan sebagai anti nyeri, peradangan, astringen, diuretik, perbandingan, rematik, obat perut dan tonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol 70% daun tapak kuda (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) dan n- heksana pada mencit jantan yang diinduksi asam asetat.

Penelitian ini menggunakan rancangan post test only controlled group design, dengan menggunakan empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol positif (asam mefenamat dosis 500 mg), kelompok kontrol negatif (Na CMC), kelompok ekstrak etanol daun tapak kuda dan kelompok ekstrak n-heksana konsentrasi 100% dengan volume pemberian 1 ml, diberikan secara per Oral. Pengujian aktivitas analgetik dilakukan dengan melihat jumlah geliat yang ditimbulkan oleh mencit jantan setelah diinduksikan asam asetat konsentrasi 1 % sebanyak 1 ml secara inraperitoneal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak kuda memiliki aktivitas analgetik pada mencit jantan yang diinduksi dengan asam asetat. dari hasil perhitungan AUC diperoleh hasil persentase daya analgetik untuk ekstrak Etanol sebesar 44.61%, pada ekstrak n-heksana sebesar 32,25 %, Asam Mefenamat sebesar 30,36 %. Analisis one way anava menunjukkan nilai signifikannya < 0,05 H ( = 25,972,3 d,f, P = 0,000 < 0,05. jadi dapat disimpulkan bahawa perbandinggan efek analgetik ekstrak etanol dan n heksan ada perbedaan yang bermakna.

References

Tjay T.H. & Rahardja K., 2007, Obat – obat penting, Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya Edisi VI, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Handa S. S., Rakesh D D., dan Vasisht K., 2006, Compedium Of Medicinal and Aromatic Plants Asia, Triesta, Ks Unido.
Harvey dan Pamela.,2014, Farmakologi Ulasan Bergambar, Edisi IV,Halaman 598-600,Penerbit Buku Kedokteran EGC.
De Souza, MM, Madeira, A., Berti, C., Krogh, R., Yunes, RA, & Cechinel-Filno, V. (2000). Sifat antinociceptive dari ekstrak metanol yang diperoleh dari Ipomoea pes-caprae (L.) R. Br. Jurnal Etnofarmakologi, 69 (1), 85-90
Vieira, D., Padoani, D., Soares, J., Adriano, J., Filho, VC, de Souza, MM, ... & Couto, AG (2012). Pengembangan hidroetanol ekstrak Ipomoea pes-caprae menggunakan desain faktorial diikuti oleh evaluasi antinociceptive dan anti-inflamasi. Brazil Jurnal Farmakognosi, 23 (1), 72-78. doi.org/10.1590/S0102-695X201200 5000126 .
Rani Faudila, 2018, pengaruh pemberian ekstrak etanol daun tapak kuda terhadap jumlah geliat pada mencit yang diinduksi asam asetat, Karya Tulis Ilmilah Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Maulida Astuti, 2017, efek analgetik ekstrak etanol daun tapak kuda pada mencit yang diinduksi karagenin, Karya Tulis Ilmilah Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.
Published
2020-03-02
How to Cite
Andayani, D., & Jiwintarum, Y. (2020). Perbandingan Efek Analgetik Ekstrak Etanol dan N-Heksana Dari Herba Tapak Kuda (Ipomea pes- caprae L) Pada Mencit Dengan Metode Writhing Reflex. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 8(1), 10-13. https://doi.org/10.51673/jikf.v8i1.526