Paritas dan Jarak Kelahiran Sebagai Faktor Resiko Kejadian Komplikasi Persalinan di Puskesmas Terara Lombok Timur

  • Abidaturrosyidah Abidaturrosyidah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Ummu Salmah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar
  • Sudirman Natsir Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar
Keywords: komplikasi persalinan, paritas, jarak kelahiran

Abstract

Komplikasi persalinan merupakan masalah kesehatan yang penting dan tidak selalu dapat diduga sebelumnya, jika tidak ditanggulangi dapat menyebabkan kematian ibu yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko faktor paritas, dan jarak kelahiran terhadap kejadian komplikasi persalinan. Desain penelitian adalah case control study dengan pendekatan retrospective. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Terara Lombok Timur pada bulan Maret sampai Mei 2017. Jumlah sampel sebanyak 156 orang terdiri dari 52 kelompok kasus dan 104 kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Odds Ratio (OR) dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel paritas (OR=2,910; p=0,002), dan jarak kelahiran (OR=6,159; p=0,000) merupakan faktor risiko terhadap kejadian komplikasi persalinan. Analisis multivariat menunjukkan variabel paritas (OR=4,142; p=0,000), dan jarak kelahiran (OR=9,215; p=0,000) tetap konsisten sebagai faktor risiko terhadap kejadian komplikasi persalinan. Disimpulkan bahwa paritas dan jarak kelahiran merupakan faktor risiko kejadian komplikasi persalinan. Diharapkan dalam merencanakan kehamilan hendaknya mempertimbangkan jumlah anak dan mengatur jarak kelahiran untuk mencegah terjadinya komplikasi persalinan.

References

Amiruddin R. (2004). Studi Kasus Kontrol Biomedis Terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Bantimurung Maros Tahun 2004.
Baby D. & Indawati R. (2014). Faktor Pada Ibu yang Berhubungan dengan Kejadian Komplikasi Kebidanan, 1–7.
Badan Pusat Statistik NTB. (2015). Nusa Tenggara Barat Dalam Angka. Nusa Tenggara Barat.
Badan Pusat Statistik NTB. (2016). Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka. Nusa Tenggara Barat.
BKKBN. (2006). Deteksi Dini Komplikasi Persalinan. Jakarta: BKKBN.
Depkes RI. (2007). Materi Ajar Penurunan Kematian Ibu Dan Bayi Baru Lahir. Jakarta.
Depkes RI. (2011). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.
Dikes LOTIM. (2016). Profil Kesehatan Dikes LOTIM. LOTIM.
El Ayadi A. et al. (2013). Comorbidities and Lack of Blood Transfusion May Negatively Affect Maternal Outcomes of Women with Obstetric Hemorrhage Treated with NASG. PLoS ONE, 8(8). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0070446.
Lestari G.D. & Sanusi S.R. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Komplikasi Persalinan Pervaginam di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2014.
Kakaire O., Kaye D. K., & Osinde M. O. (2011). Male involvement in birth preparedness and complication readiness for emergency obstetric referrals in rural Uganda, 1–7.
Kemenkes RI. (2013). Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan. Jakarta.
Lemeshow L., Hosmer J.D., Klar J., & Lwangka S. (1997). Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: UGM Press.
Manuaba IBG., Manuaba IAC., & Manuaba G. (2009). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita (Dua). Jakarta: EGC.
Manuaba IBG. & Manuaba IAC M. I. (2012). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan KB. Jakarta: EGC.
Arisandi M.E. & Anita Z. A. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung selatan, 204–210.
Pasha O. et al. (2015). Maternal and newborn outcomes in Pakistan compared to other low and middle income countries in the Global Network’s Maternal Newborn Health Registry : an active , community- based , pregnancy surveillance mechanism, 12(Suppl 2), 1–10.
Say L. et al. (2014). Global causes of maternal death: A WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 2(6), 323–333. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(14)70227-X.
Sheldon W. R. et al. (2014). Postpartum haemorrhage management, risks, and maternal outcomes: findings from the World Health Organization Multicountry Survey on Maternal and Newborn Health. BJOG : An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 121 Suppl, 5–13. https://doi.org/10.1111/1471-0528.12636
Stang. (2014). cara Praktis Penentuan Uji Statistik dalam Penelitian Kesehatan dan Kedokteran (Pertama). Jakarta: Mitra Wacana Medika.
Statistik Indonesia. (2012). Demographic and Health Survey 2012.
Tura G., Afework M. F., & Yalew A. W. (2014). The effect of birth preparedness and complication readiness on skilled care use : a prospective follow-up study in Southwest Ethiopia, 1–10.
WHO. (2012). Modul Kebidanan Kehamilan Eklampsia. Jakarta: EGC.
Wiknjosastro H. (2009). Ilmu Kebidanan (Empat). Jakarta: Yayaan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Published
2017-03-02
How to Cite
Abidaturrosyidah, A., Salmah, U., & Natsir, S. (2017). Paritas dan Jarak Kelahiran Sebagai Faktor Resiko Kejadian Komplikasi Persalinan di Puskesmas Terara Lombok Timur. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 5(1), 5-8. https://doi.org/10.51673/jikf.v5i1.543