Pengaruh Preeklampsia Terhadap Berat Lahir Bayi di RSUD dr. R Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur
Abstract
Preeklampsia merupakan masalah kehamilan yang sulit untuk dideteksi karena penyebabnya yang belum diketahui secara pasti, preeklampsia memiliki dampak terhadap pertumbuhan janin selama kehamilan sehingga di percaya dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat bayi lahir rendah dan prematur.Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh preeklampsia terhadap berat lahir bayi.Desain penelitian adalah cross-sectionaldengan jumlah sampel 150, dipilih secara random samplingmenggunakan systematic random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan format pengumpulan data, dimana data yang dikumpulkan berdasarkan hasil pencatatan rekam medik yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih dan terstandar, data yang dikumpulkan yaitu data ibu dengan preeklampsia, data ibubersalin tanpa preeklampsia, dan berat lahir bayi. Analisis bivariate dengan uji tdigunakan untuk melihat pengaruh preeklampsia terhadap berat lahir bayi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa preeklampsia berpengaruh sigifikan terhadap berat lahir bayi dengan nilai p=0,012 , nilai t=-2,574. Berdasarkan penilaian mean data juga disimpulkan bahwa preeklampsia lebih cenderung melahirkan berat bayi lebih rendah sebesar 290 gram dibandingkan dengan bukan preeklampsia. Diharapkan setiap ibu hamil secara mandiri harus mampu untuk mendeteksi secara dini mengenai risiko kemungkinan terjadi preeklampsia, dengan cara setiap petugas kesehatan senantiasa memberikan pendidikan kesehatan selama kehamilan sesuai dengan program yang ada mengingat dampak yang diakibatkan oleh preeklampsia.
References
Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2016) . Laporan Tahunan. Mataram: Dinas Kesehatan.
Ekayani N.P.K. (2014).Faktor Sosiodemografi, Medis Maternal, Status Gizi Dan PemeriksaanAntenatal Yang RendahMeningkatkan Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat. MediaBina Ilmiah, 8(4): 1978-3787.
Fajarsari D. dkk.(2016). Determinant Risk Factor Wich Influence Occurrence Preeclampsia In Kabupaten Banyumas. The 4th univesity research colloquium, 7: 2407-9189.
Gerungan J.C. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Ilmiah Bidan, 2 (1): 233-455.
Gupta M. et al. (2015). Predictive value of inflammatory Cytokines in preeclampsia. International Journal of Biomedical and Advance Research, 6(4): 334-338.
Jeyabalan A.M.D. et al. (2014). Epidemiology of preeclampsia: Impact of obesity .NIH Public Access, Author manuscript; available in PMC,71 (suppl_1): S18-S25.
Johnston R.C. et al. (2016). Assessing progression from mild to severe preeclampsia in expectantly managed preterm parturients. International Journal of Women’s Cardiovascular Health, 7(4):326-329
KamathkR.K. & Nayak S.R. (2013). Preeclampsia/Eclampsia and Retinal Micro Vascular Characteristics Affecting Maternal and Foetal Outcome: A Prospective Study amongst South Indian Pregnant Women. International journal of innovative research &development, 2(11):533-1112.
Katsuragi S. et al. (2012). Maternal Outcome in Pregnancy Complicated With Pulmonary Arterial Hypertension. Circulation Journal (Official Journal of the Japanese Circulation Society), 76 :2249 – 2254.
Kenny L.C. et al . (2013). Advanced Maternal Age and Adverse Pregnancy Outcome: Evidence from a Large Contemporary Cohort. PLoS ONE, 8(2): e56583.
Kovavisarach E.et al.(2010). Outcome of teenage pregnancy in Rajavithi Hospital. Journal Med Assoc Thai, 93 (1): 1- 8.
Kusparlina E.P. (2016). Hubungan Antara Umur danStatus Gizi Ibu BerdasarkanUkuran Lingkar Lengan AtasDengan Jenis BBLR. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 7(1): 2086-3098.
Labir I.K. dkk. (2013). Anemia ibu hamil trimester I dan II meningkatkan risiko kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Wangaya Denpasar. JournalPublic Health and Preventive Medicine Archive ,1(1): 311-320.
Mahayana S. dkk. (2015). Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang .Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3): 214-216.
Myles. etal. (2009). Buku ajar Bidan/MylesTeksbook for Midwifes. Jakarta : EGC.
Osungbade K.O.et al.(2011). Publich Heaalth Perspektive of Preeclampsia in Developing Countries. Implication for Health System Strengthening. International Jurnal of Pregnancy, 48(10) :95-6.
Pranoto I. (2012). Pathologi Kebidanan.Yogykarta: Fitramajaya.
Rezende K.B.C. et al. (2016). Prevalence and Perinatal Repercussions in a Universitary Hospital in Rio De Janeiro, Brazil. International Journal of Women's Cardiovascular Health,S2210-7789(16): 30061-7.
Suharto A. dkk. (2012) . Hubungan antara ukuran LiLA, kenaikan BB selama kehamilan, dan kadar Hb dengan berat bayi lahir di wilayah kerja desa Gerih kec Gerih kab Ngawi. Jurnal penelitian kesehatan suara forikes; 3 (2) : 103-11.
Thangaratinam S. et al. (2012). Effects of interventions in pregnancy on maternal weight and obstetric outcomes: meta-analysis of randomised evidence.BMJ(British Medical Journal), 10 (1136): 344-e2088.
Uzan J. et al.(2011). Pre-eclampsia: pathophysiology, diagnosis, and management. DopePresJournal PMC,7: 467–474