Formulasi Sediaan Suspensi Menggunakan Suspending Agent Dari Biji Salak Pondoh (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss) Dan Biji Buah Salak Bali (Sallaca Zallaca Ertn) Var. Amboinensis (Becc) Mogea

  • Aulia Ul Hafizah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Dimas Ageng Kusuma Wardana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Ariestin Dwi Mega Pratiwi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Biji Salak Pondoh (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss), Biji Salak Bali ((Sallaca Zallaca ertn) Var .amboinensis (Becc) Mogea), CMC-Na

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kekayaan buah-buahan lokal yang limbahnya belum mampu diolah  dengan maksimal, salah satunya adalah biji buah salak. Guna menaikkan nilai ekonomis dari biji salak tersebut maka dilakukan penelitian pembuatan Suspending agent  (SA) menggunakan biji salak Pondoh dan Bali pada sediaan Farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik Biji Salak Pondoh  (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss)  dan Biji Buah Salak Bali (Sallaca Zallaca ertn) Var .amboinensis (Becc) Mogea Sebagai SA Pada Sediaan Suspensi.

Metode yang dilakukan dengan cara mengukur daya Viskositas, Uji Analisis Sedimentasi, Uji Redispersibilitas pada sediaan suspensi yang menggunakan SA biji salak pondoh dan salak bali sebagai kelompok perlakuan, Suspensi menggunakan suspending agent  CMC-Na kontrol positif dan suspensi tanpa suspending agent .

Dari hasil penelitian yang dilakukan secara True Experimental diperoleh hasil analisis sedimentasi pada kedua varian biji salak telah terjadi endapan pada  menit ke 30 dengan nilai masing-masing biji Salak Pondoh 0,98 dan biji salak Bali 0,96.  kelompok kontrol positif (Na CMC)  terjadi sedimentasi pada menit ke 60 dengan nilai 0.98. Hasil uji viskositas diperoleh kontrol positif, biji Salak Pondoh, dan biji Salak Bali yakni 0.4092, 0.2982, 0.3162 dengan PH masing-masing 7. Sehingga dapat disimpulkan nilai uji viskositas kontrol posistif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan biji Salak Pondoh dan biji Salak Bali. Untuk hasil uji redispersibilitas diperoleh kontrol positif, biji Salak Pondoh, dan biji Salak Bali yakni 121,3 detik, 128,3 detik dan 130,0 detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok kontrol positif lebih baik daya redispersibilitasnya dibandingkan kelompok perlakuan. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk biji Salak Pondoh dan biji biji salak Bali memiliki kriteria sebagai suspending agent  (SA) namun tidak lebih baik dari Na-CMC.

References

Aji. 2012. Pemanfaatan Serbuk Biji Salak (Salacca zalacca) Sebagai Adsorben Cr(VI) Dengan Metode Batch dan Kolom. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November. Vol. 1, No. 1 (1 – 6).
Anief, Moh. 2006. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta. Gajah Mada University press.
Anief, Moh. 1999. Sistem Dispersi. Formulasi Suspensi dan Emulsi.Cetakan ke 1. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.
Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Jakarta; University Indonesia Press.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta; Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta; Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Formularium Nasional Edisi II. Jakarta; Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Ferdiaz, Srikandi, Ratih Dewanti. 1987. Risalah Seminar; Bahan Tambahan Kimiawi (Food Additive). Bogor; Institut Pertanian Bogor
Lachman, L “et al”. Teori dan Praktek Farmasi Industri Edisi III. Jakarta; University Indonesia Press.
Martin, A. 1993. Farmasi Fisik. Universitas Indonesia Press.
Nico, Ariel. 2012. Usulan Program Kreativitas Mahasiswa Kandungan Gizi Biji Salak (Salacca edulis) Ditelaah dari Berbagai Metode Pelunakan Biji. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana
Notoadmojo, S. 2005. Metodeologi Penelitin Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. PT. Rineka Cipta : Jakarta.
Permatasari, Linda. 2012. Pembentukan Senyawa Karboksi Metil Selulosa (CMC). Bandung: Politeknik Negeri Bandung
Syamsuni, H. A. 2006. Ilmu Resep. Cetakan ke 1. Jakarta..
Santoso. 1999. Budidaya Tanaman Salak. Surabaya.
Vanduin, CF. 1974. Buku Penuntun Ilmu Resep dalam Praktek dan Teori.
Wahyu. P. D. 2012. Penilaian Stabilitas Suspensi. Ed.
Published
2017-09-04
How to Cite
Hafizah, A., Wardana, D., & Pratiwi, A. (2017). Formulasi Sediaan Suspensi Menggunakan Suspending Agent Dari Biji Salak Pondoh (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss) Dan Biji Buah Salak Bali (Sallaca Zallaca Ertn) Var. Amboinensis (Becc) Mogea. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 5(2), 43-48. https://doi.org/10.51673/jikf.v5i2.551