Profil Kromatografi Lapis Tipis Ektsrak Daun Okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh) Yang Dihasilkan Dari Maserasi Secara Bertingkat Dan Maserasi Tidak Bertingkat

  • Rizki Nugrahani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Andy Susbandiyah Ifada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Marzuki Nyakmat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Daun Okra, Maserasi, Profil Kromatografi

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia., Tanaman Okra (Abelmoschusesculentus(L.)Moench) yang berasal dari family Malvaceae mempunyai efek terapeutik sebagai antidiabetes  Kandungan kimiadari okra (Abelmoschusesculentus (L.) Moench) diantaranya adalah 67,50 % α-selulosa dan 15,40 % hemiselulosa, Banyak manfaat tanaman okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh). Tanaman ini memiliki banyak manfaat karena mengandung komponen metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan lain-lain. Daun okra banyak mengandung alkaloid,terpenoid, flavonoid. Senyawa yang terdapat pada daun okra dapat ekstraksi  menggunakan pelarut n-heksan dan etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Kromatograpi Lapis Tipis (KLT) ekstrak daun okra (Abelmoschus esculetns (L) Moenh) dengan metode  maserasi bertingkat dan maserasi tidak bertingkat. Penelitian ini bersifat pre eksperimental menggunakan metode maserasi secara bertingkat dan tidak bertingkat untuk menghasilkan ektrak daun Okra kemudian dilakukan identifikasi senyawa metabolit yang terkandung dengan  Kromatografi lafis tipis (KLT). Data yang di peroleh berupa profil kromatografi dan nilai Rf senyawa metabolite sekunder yang terkandung pada setiap ekstrak dari kedua metode maserasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kromatografi ekstrak daun okra yang di maserasi secara bertingkat dan tidak bertingkat masing masing menunjukkan dua bercak / spot pada lempeng KLT di mana kedua bercak memiliki  Rf yang sama yaitu bercak 1 memiliki Rf 0,98 dan yang ke bercak dua nilai Rfnya 0,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan profil kromatografi dari ekstrak daun okra yang dihasilkan dari dua metode maserasi yang digunakan baik maserasi secara bertingkat maupun yang tidak bertingkat.

References

Aulia Hilmi, et al. 2013. Validasi Metode Kroamtografi Lapis Tipis-Densitometri Untuk Pentapan kadar Kolkisin Dalam Infus Daun Kembang Sungsang (Gloriosa superba Linn). Departemen Kimia Farmasi. Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1986. Pedoman Eksraksi Bahan Alam Guna Mendukung Kesehatan Masyarakat Jakarta.
Desthia Mita, et. al, 2015. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Okra (Abelmoschus esculetns L Moenh) Pada Mencita Jantan Galur Swiss Webster Dengan Metode Toleransi Glukosa Oral. Jurnal Program Studi Farmasi FMIPA, Universitas Islam Bandung
Grtler dan Sthl, 1985. Kromatografi Lapis Tipis, Surabaya.
Hambali, 2008. Kimia Organik. UGM : Jogjakarta.
Hardjono, Sastrahamidjojo, 1991. Identifikasi Senyawa Dengan Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. ITB : Bandung.
Kartika, dkk. 2013. Pelarut ekstraksi daun sirih (Piper betle). Jakarta : Graha Medika.
Lay, 2009. Fitokimia. Nuha Medika : jakarta.
Mahmudi, 1997. Kimia Organik. Universitas Air Langga : Surabaya.
Muharain, 2009. Isolasi Dan Identifikasi Sterol Dari Ekstrak N-Heksan Daun Minerah Hijau (Phylanthaus Mirruni L). UGM : Jogjakarta
Mukhriani, 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Kesehatan. Program Studi Famasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makasar
Mariya ulfa, 2012. Identipikasi senyawa saponin buah mahkota dewa (phaleria macrocarpa) dalam fraksi etil asetat secara kromatograpi lapistipis, sekolah tinggi ilmu farmasi Semarang.s
Neldawati dkk. 2013. Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid daun okra(Abelmoschus esculetns (L) Moenh). Jakarta : UGM
Nilesh Jain Et All, 2012. Klasifikasi Tanamak Okra (Abelmoschus Eculetnus L) Moench. Fakultas Pertanian UI : Jogjakarta.
Notoatmodjo, 2012. Metodologi Penelitian. Graha Medika : Jakarta.
Prakoso Leonardus, et. al, 2016. Uji Efek Ekstrak Etanol Buah Okra (Abelmoschus esculentus) Terhadap kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar (Rattus norvergicus) yang Diinduksi Aloksan. Jurnal e-Biomedik. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Rahayu, MP., 2009, uji aktivitas antibakteri ekstrak soxhlitas dan , maserasi buah terhadap bakteri shigella, Universitas setia Budi, Surakarta
Schultze-kraft et. 1995. Morfologi dan kandungan tanaman okra (abelmoschus eculetnus L) Fakultas Biologi UI : Jogjakarta.
Soebagio. 2002. Kromatografi Lapis Tipis. Univeristas Sriwijaya Jogjakarta.
Soebagyo, 2002. Kromatografi Lapis Tipis. Merpati Jakarta.
Sofiatul munawarah, 2010. Sediaan ekstraksi simplisia dan menggunakan pelarut n-heksan. Graha Medika : Jakarta.
Sylvia zook. 2012. Manfaat Dan Kegunaan Tanaman(Abelmoschus esculetns (L) Moenh). Jakarta : Graha Medika.
Torkpo S.K et, 2006. Identifikasi senyawa kimia tanaman okra (abelmoschus eculetnus L) Graha Medika : Jakarta.
Yohanna dan yovita, 2012. Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dijadikan Sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa. Universitas Asma Jaya : Jogjakarta.
Permadi, A.,Sutanto, dkk., 2010. Perbandingan Metode Ekstraksi Bertingkat dan Tidak Bertingkat Terhadap Flavonoid Total Herba Ciplukan (physalis angulate L.,). 2010
Published
2018-03-05
How to Cite
Nugrahani, R., Ifada, A., & Nyakmat, M. (2018). Profil Kromatografi Lapis Tipis Ektsrak Daun Okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh) Yang Dihasilkan Dari Maserasi Secara Bertingkat Dan Maserasi Tidak Bertingkat. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 6(1), 17-19. https://doi.org/10.51673/jikf.v6i1.557