Hubungan Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu Menyusui Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017
Abstract
World Healt Organization (WHO) merekomendasikan bahwa langkah terbaik menjaga kesehatan bayi dan ibunya adalah pemberian ASI eksklusif setidaknya sampai 6 bulan. Form laporan pencapaian ASI Eksklusif di Puskesmas Selaparang Tahun 2016 yaitu Kelurahan Karang Baru (25%) Kelurahan Rembiga (26,32%), Kelurahan Sayang-Sayang (28,57%) dan Data ibu Menyusui sebanyak 661. (Register Poli KIA Puskesmas Selaparang), dari data tersebut masih terlihat bahwa cakupan ASI eksklusif di wilayah puskesmas Selaparang masih sangat rendah, pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan pekerjaan ibu merupakan beberapa factor yang mempengaruhi hal tersebut, maka dari itu penulis tertarik melihat apakah ada hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selaparang Mataram tahun 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2010). Hasil penelitan menunjukkan bahwa dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI Eksklusif sebanyak 15 orang (50,0%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang bekerja sebanyak 17 orang (56,3%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 16 orang (53,3%). Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,010 < 0,05. Ada hubungan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,024 < 0,05. Kesimpulan dilihat dari aspek pengetahuan ibu menyusui cendrung memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, dan lebih banyak yang bekerja di luar rumah, hasil analisa hubungan bahwa dua variabel hubungan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017.
References
Kemenkes RI, 2011, Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Badan Layanan Umum Rumah Sakit, Jakarta.
Basyaib, Fahmi, 2007, Manajemen Risiko, cetakan 1, PT.Gramedia, Jakarta.
Jumingan, 2006, Analisis Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Jakarta.
Prasetyo, Adi Heru, Johar Arifin, 2006, Manajemen Rumah Sakit Modern Berbasis Komputer, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta
Azriani, D., 2012. Metode Skoring Untuk Menilai Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Di Kabupaten Bekasi. J. Health Qual. 2.
Azzisya, S., 2010. Sukses Menyusui Meski Bekerja. Gema Insane, Jakarta.
Dahlan, A., Mubin, F., Mustika, D.N., 2013. Hubungan Status Pekerjaan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Http://Jurnal.Unimus.Ac.Id.
Dinas Kesehatan kota Matarm,2017. Profil Kesehatan Kota Mataram.
Hafni, Y., 2006. Faktor-Faktor Yang Mepengaruhi Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Lubuk Basung. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Padang.
Kepmenkes, 2016. Informasi Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Mohanis, W., 2014. Peran Petugas Kesehatan Dan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif. J. Kesehat. Masy. 8, 40–45.
Nafiza, 2005. Hubungan Pekerjaan Yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Bantul III,. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Padang.
Notoadmojo, S., 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.
Rotinsulu, S.R., Pelealu, F.J.O., Tucunan, A., 2012. Relationship Between Knowledge And Work Of Mothers With Exclusive Breastfeeding In The Work Area Of Puskesmas
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi