Aktivitas Ekstrak Etanol (70%) Kulit Pohon Petai Cina (Leucaena leucocephala) Sebagai Analgetik Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus)

  • Ade Irma Fitria Ningsih Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Dahlia Andayani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Novaldi R. Abdullah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: analgetik, kulit pohon petai cina, persen daya analgetika, asam asetat

Abstract

Nyeri merupakan perasaan sensoris dan emosional yang berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Manfaat tanaman petai cina yang sudah diketahui oleh masyarakat antara lain sebagai obat cacingan, luka baru dan bengkak. Penggunaan daun petai cina di masyarakat untuk obat bengkak biasanya digunakan daun petai cina yang masih segar. Sedangkan dari hasil isolasi yang dilakukan di dapatkan hasil identifikasi adanya senyawa golongan flavonoida yaitu flavon, flavonoid berkhasiat sebagai analgetik yang mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya analgetik ekstrak etanol kulit pohon petai cina (Leucaena leucocephala) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan metode Post Test Only Controlled Group Design. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing perlakuan 5 ekor mencit. Kelompok I (pemberian aquadest kontrol negative), Kelompok II (pemberian asam mefenamat sebagai kontrol positif), Kelompok III-V (pemberian ekstrak etanol kulit pohon petai cina konsentrasi 50%, 75% dan 100%). Induktor nyeri yaitu asam asetat 1%. Diamati jumlah geliat mencit tiap 10 menit selama 140 menit dan dihitung persen analgetik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini memiliki khasiat sebagai analgetik dengan daya analgetik konsentrasi I (50%): 51,23%, konsentrasi II (75%): 59,09%, dan konsentrasi III (100%): 63,94%.

References

Anief. 1995. Ilmu Meracik Obat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Katzung BG. Nonsteroidal anti-inflamatory drugs, disease modifying antirheumatic drugs, nonopioid analgesic, and drugs used in gout.Dalam: Furst DE, Munster T. Basic And Clinical Pharmacology 8th edition. San Francisco: Mc Graw Hill Companies;2001.
Masruroh,I.N., dkk. 2016. Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Metanol Biji Juwet (SyzygiumCumini(L.) Skeels) Pada Mencit Jantan Galur Balb-C Hiperurisemia. Jember :Fakultas Farmasi Universitas Jember.
Mohan, N., Gulecha, V.S., Aurangbadkar, V.M., Balaraman, R., Austin, A. & Thirugananasampathan, S. (2009). Analgesic And Anti-Inflammatory Activity of a Polyherbal Formulation (PHF-AROGH). Oriental Pharmacy and Experimental Medicine. 9 (3), 232-237.
Mutschler, E., 1986, Dinamika Obat : Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi, diterjemahkan oleh Widianto, M. B., dan Ranti, A.S., Edisi Kelima, 157-158, Penerbit ITB, Bandung.
Notoatmodjo., Soekidjo., 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Phaza, Ahmad Eka Ramadhan dan Haries Aprival. (2010). Pengaruh Konsentrasi Etanol, Suhu, dan Jumlah Stage pada Ekstraksi Oleoresin Jahe (Zingiber Officinale Rose) Secara Batct. Semarang : Tugas Akhir Teknik Kimia UNDIP.
Thomas, W.R. 1997. Konjac Gum di dalam Thickening and Gelling Agenis for Food. A. P. Imeson (ed. ). Blackie Academic and Professional, London.
Published
2019-03-04
How to Cite
Ningsih, A., Andayani, D., & Abdullah, N. (2019). Aktivitas Ekstrak Etanol (70%) Kulit Pohon Petai Cina (Leucaena leucocephala) Sebagai Analgetik Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus). Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 7(1), 36-41. https://doi.org/10.51673/jikf.v7i1.574