Studi Preklinik : Efek Kombinasi Madu Dan Serbuk Biji Gorek (Caesalpinia Crista) Terhadap Kadar Glukosa Darah
Abstract
Kebutuhan akan sumber energi (karbohidrat) bagi penderita diabetes mellitus (DM) mengarahkan pada pemanfaatan madu yang kaya akan gula-gula fruktosa dan glukosa sebagai alternatif sumber karbohidrat sehingga pasien DM dapat mengurangi asupan gula dari sumber lain sekaligus menghindarkan pasien dari penggunaan bahan pemanis buatan. Pemberian bersama dengan serbuk biji gorek (Caesalpinia crista) yang diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah diharapkan dapat mengontrol kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus. Madu yang digunakan adalah madu hitam yang berasal dari daerah Lombok Tengah. Pengujian mutu madu menunjukkan hasil madu hitam mengandung kadar air 14,83%, keasaman 65,38 ml NaOH/kg dan gula pereduksi 73,18%. Tes toleransi glukosa oral pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diberi bahan uji kombinasi madu dan biji gorek menunjukkan hasil kadar glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya (151,75 mg/dL). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan madu bersama dengan serbuk biji gorek tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah, namun madu merupakan bahan alam yang potensial dalam menjaga kadar glukosa sehingga mampu mencegah terjadinya hipoglikemia pada pasien Diabetes Mellitus.
References
Brahmachari, G. 2011. Bio-flavonoids With Promising Antidiabetic Potentials. India : Departement of Chemistry, Visva-Bharati University : 187-212.
Codex Alimentarius Commision. Codex Standard for Honey, Codex-Stan 12-1981.
Dipiro, J.T., Rotschafer, J.C., Kolesar, J. M., Malone, P.M. (2008). Pharmacotherapy : Principle and Practice. McGrawHill Company : New York
Dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI) 3545:2013 Madu. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
Erejuwa, O., Sulaiman, S A., Wahab, M A. (2012). Honey- A Novel Antidiabetic Agent. Int. J. Biol. Sci, 8, 903-929.
Fra, G.O., Bartoli, E. Schianca, G. P. C. (2011). The Oral Glucose Tolerance Test: An Old but Irreplacable Test to Evaluate Glucose Metabolism and Cardiovascular Risk, Medical Complication of Type 2 Diabetes, Dr. Colleen Croniger. InTech.
Ifada, A. S. (2016). Pengaruh Pemberian Madu Pada Mencit (Mus musculus) Swiss-Webster Sehat dan Diabetes Aloksan Dengan dan tanpa Terapi Glibenklamid. Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung, Tesis, 27-34.
International Diabetes Federation. (2015). IDF Diabetes Atlas 7th edition.
Katzung, B. G. (2015). Basic and Clinical Pharmacology, 13th edition. McGrawHill : San Fransisco
Lim, H., Dharma, L., Umar, Z. (2014). Prinsip Farmakologi-Endokrin-Infeksi : Pengobatan Berbasis Patobiologi, Edisi 1. PT. Sofmedia : Jakarta.
Patel, D.K., Kumar R, Laloo D, Hemalatha, S. (2012). Diabetes mellitus : An overview on its pharmacological aspects and reported medicinal plants having antidiabetic activity. Asian Pac J Trop Biomed, 2(5): 411-420
Suckow, M.A., Danneman, P. Brayton, C. (2001). The Laboratory Mouse. CRC Press : New York.
Suranto, Adji. (2007). Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Agromedia.
Suryawanshi, H.P., dan Patel, M.R. 2011. Traditional Uses, Medicinal and Phytopharmacological Properties of Caesalpinia Crista. India : IJRPC, Vol 1., No. 4 : 1179 – 1183.
Utami, P., dkk. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat. Jakarta : Redaksi Agromedia.