Penggunaan Anastesi Pada Ibu Bersalin Berdasarkan Derajat Robekan Perineum di RSAD Wirabhakti Mataram

  • Rosa Mutianingsih Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
  • Ziadatul Munawarah Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Keywords: Anastesi, Derajat robekan perineum

Abstract

Berdasarkan data di RSAD Wira Bhakti Mataram menunjukkan bahwa dari bulan januari-juni tahun 2019 jumlah kasus sebanyak 688, didapatkan jumlah ibu melahirkan normal sebanyak 203 (29,5%), dari 203 ibu yang melahirkan normal di dapatkan jumlah ibu bersalin yang mengalami rupture sebanyak 200 (98,5%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan anastesi berdasarkan derajat perineum di RSAD Wira Bhakti Mataram.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah semua ibu yang menggunakan anastesi dan non anastesi pada bulan januari-juni tahun 2019 sebanyak 200 orang. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sistematik random sampling sehingga jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 66 sampel. Alat bantu yang di gunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik dengan analisa univariat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 ibu yang menggunakan anastesi dan non anastesi lebih banyak yang menggunakan anastesi sebanyak 64 sampel (97%) dari pada non anastesi sebanyak 2 sampel (3%). Hasil penelitian menunjukkan dari 66 ibu yang mengalami robekan perineum lebih banyak yang mengalami robekan derajat II sebanyak 62 sampel (94%), robekan derajat l sebanyak 2 (3%), derajat III sebanyak 2 (3%) dan derajat IV tidak didapatkan.

Disarankan kepada instansi terkait khususnya bidan agar meningkatkan upaya pelayanan obstetric yang memadai dan melakukan upaya efisiensi dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang lebih banyak menggunakan anastesi berdasarkan robekan derajat perineum. Diharapkan selama masa kehamilan ibu bersalin mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan terkait tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya robekan pada perineum.

References

Adriana Palimbodan Eva Rusiva. 2011. Hubungan paritas dengan kejadian
rupture perineum di vk bersalin RSUD Dr . Ansari Banjarmasin.
Asri, Dewi, H &Clervo, C. 2012. Asuhan Persalinan Normal. Yogyakarta: Nuha Medika.
Carey, J. 2005. Obstetri Patologi: Ilmu Kesehatan Reproduksi Edisi 2. Jakarta : EGC.
Champion, DJ & Black, JA. 2009. Metode & Masalah Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama
Erawati, Ambar, D. 2011. Asuhan ebidanan Persalinan Normal. Jakarta : EGC
Farrer, H. 2009. Perawatan Maternitas. Jakarta : ECG
Hakimi, M. 2007. Fisiologi Dan Patologi Persalinan. Jakarta: Yayasan Esentia Medica.
Handayani, Wuri. 2007. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya rupture
perineum pada ibu bersalin di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta
padabulan Maret-Mei tahun 2007. STIKES „Aisyiyah Yogyakarta.
Leedy, PD & 0rmrod, JE Paul. 2005. Practical Research: Planning and Design
Research Edisi 8. Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall.
Liu, D. 2008. Manual Persalinan (Labour Ward Manual) Edisi 3.Jakarta : EGC
Mochtar, Rustam. (2005). SinopsisObstetri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, EGC.
Notoatmodjo, S. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rohani, Reni, S & Marisah.2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba Medika.
Saifuddin, A.B. 2008. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta :Bina Pustaka.
Published
2021-08-31
How to Cite
Mutianingsih, R., & Munawarah, Z. (2021). Penggunaan Anastesi Pada Ibu Bersalin Berdasarkan Derajat Robekan Perineum di RSAD Wirabhakti Mataram. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 5-8. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i1.723