Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara

  • Bq. Safinatunnaja Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Sriama Muliani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Stunting, Faktor Penyebab

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di dunia, World health Organisation (WHO) memfokuskan untuk menurunkan angka kejadian stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan untuk belajar dan meraih sukses dimasa depan. Stunting juga mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan pada anak. Mengendalikan faktor penyebab stunting dapat menurunkan atau bahkan meniadakan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor penyebab stunting pada anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2018. Hasil penelitian ini adalah faktor ibu yaitu pendidikan ibu tinggi (59%), ibu yang tidak bekerja (66%), umur pertama kali melahirkan diatas 20 tahun (76%). Faktor bayi yaitu jenis kelamin laki-laki (54%), usia balita 12-23 bulan (61%), BBL normal (93%), Panjang badan normal (68%). Ibu melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) (63%), ASI Eksklusif (55%), MPASI diatas 6 bulan (55%), Pemberian makan bayi dan anak kurang baik (45%). Faktor penyebab stunting disebabkan oleh informasi yang kurang ibu dapatkan sehingga terjadi kesalahan dalam pemberian makan pada bayi sehingga berdampak pada pertumbuhannya. Saran untuk puskesmas mengadakan penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan yang baik dari segi waktu pemberian maupun pengolahan.

References

Abuya BA, Ciera J, Kimani-Murage E. Effect of mother’s education on child’s nutritional status in the slums of Nairobi. BMC pediatrics. 2012;12(1):80.
Adriyan. Menyusui dapat menurunkan angka kematian Bayi. 2017 [diunduh 05 Desember 2017]. Tersedia dari: http://dinkes.ntbprov.go.id/berita/menyusui-dapat-menurunkan-angka-kematian-bayi/.
Amin NA, Julia M. Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics). 2016;2(3):170-7.
Anugraheni HS, Kartasurya MI. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati: Diponegoro University; 2012.
Balitbankes. Riset kesehatan dasar. Jakarta2013.
Candra A. Hubungan underlying factors dengan kejadian stunting pada anak 1-2 th. Journal of Nutrition and Health. 2013;1(1).
Dewey KG, Begum K. Long‐term consequences of stunting in early life. Maternal & child nutrition. 2011;7(s3):5-18.
Efevbera Y, Bhabha J, Farmer PE, Fink G. Girl child marriage as a risk factor for early childhood development and stunting. Social Science & Medicine. 2017;185:91-101.
Hairunis MN, Rohmawati N, Ratnawati LY. Determinan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (Determinan Incidence of Stunting in Children Under Five Year at Puskesmas Soromandi Bima district of West Nusa Tenggara). Pustaka Kesehatan. 2016;4(2):323-9.
Hasil Pemantauan Status Gizi 2017. Dinas Kesehatan Nusa tenggara Barat
Jones AD, Ickes SB, Smith LE, Mbuya MN, Chasekwa B, Heidkamp RA, et al. World Health Organization infant and young child feeding indicators and their associations with child anthropometry: a synthesis of recent findings. Maternal & child nutrition. 2014;10(1):1-17.
Menon P, Bamezai A, Subandoro A, Ayoya MA, Aguayo V. Age‐appropriate infant and young child feeding practices are associated with child nutrition in India: insights from nationally representative data. Maternal & child nutrition. 2015;11(1):73-87.
Nadiyah N, Briawan D, Martianto D. Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 0—23 Bulan Di Provinsi Bali, Jawa Barat, Dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. 2014;9(2).
Nurbaiti L, Adi AC, Devi SR, Harthana T. Kebiasaan makan balita stunting pada masyarakat Suku Sasak: Tinjauan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Masyarakat, Kebudayaan dan Politik. 2014;27(2):104-12.
Prendergast AJ, Humphrey JH. The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and international child health. 2014;34(4):250-65.
Schrijner S, Smits J. Grandparents and Children's stunting in sub-Saharan Africa. Social Science & Medicine. 2018;205:90-8.
SETIYANINGRUM F, Hasanbasri M. evaluasi pelatihan konseling pemberian makan bayi dan anak (pmba) untuk kader posyandu di kabupaten sleman: Universitas Gadjah Mada; 2016.
Simanjuntak BY, Haya M, Suryani D, Ahmad CA. Early Inititation of Breastfeeding and Vitamin A Supplementation with Nutritional Status of Children Aged 6-59 Months. Kesmas: National Public Health Journal. 2018;12(3):107-13.
Smith ER, Hurt L, Chowdhury R, Sinha B, Fawzi W, Edmond KM, et al. Delayed breastfeeding initiation and infant survival: A systematic review and meta-analysis. PloS one. 2017;12(7):e0180722.
Stewart CP, Iannotti L, Dewey KG, Michaelsen KF, Onyango AW. Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting prevention. Maternal & child nutrition. 2013;9(S2):27-45.
TNP2K. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdi (Stunting):Ringkasan. Jakarta: Sekretariat wakil Presiden Republik Indonesia;2017.
UNICEF. Booklet pesan utama, Paket Konseling:pemberian makan bayi dan anak: Unicef.org. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/PaketKonseling-3Logos.pdf.
WHO. Global Health Observatory Data: Child Malnutrition. 2017.
WHO. Nutrition Landscape Information System (NLIS) country profile indicators: Interpretation Guide.
Wibowo HKA, Dasuki MS. Hubungan Asupan Kalsium Dan Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, Kartasura: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2018.
Published
2021-11-20
How to Cite
Safinatunnaja, B., & Muliani, S. (2021). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 27 - 32. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i1.782