Analisis Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 12-24 Bulan di Desa Guntur Macan Puskesmas Gunungsari Tahun 2021

  • Shohipatul Mawaddah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Pramita Putri Utami Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Nursabah Khaerani Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Pola MP-ASI, Status Gizi Bayi 12-24 bulan

Abstract

Angka kejadian status gizi kurang sering terjadi pada usia 12-24 bulan, karena pada priode ini merupakan periode penyapihan. Anak yang disapih mengalami masa transisi pada pola makannya. Keadaan ini mengakibatkan asupan makanan berkurang. Masa ini disebut masa transisi tahun kedua. Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi status gizi di Indonesia berdasarkan pengukuran berat badan terhadap usia (BB/U) sebesar 17,7% dengan presentase kategori gizi kurang (underweight) sebesar 13,0% dan kategori gizi buruk sebesar 3,9%. Hal ini masih menjadi perhatian mengingat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan angka gizi kurang bisa mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 30 sampel dari 50 populasi yang terpilih secara purposive sampling. Prosedur analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Chi square  dengan nilai signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI sesuai dengan standar yaitu sebanyak 66,7% dengan sebagian besar memiliki bayi dengan status gizi baik yaitu 90% dan terdapat 33,3% responden yang memberikan MP-ASI tidak sesuai dengan standar memiliki bayi dengan status gizi kurang sebanyak 50% dan  10% bayi dengan status gizi lebih. Hasil uji statistik Chi square  menunjukkan nilai p value = 0,01 < α =0,05 yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi pada usia 12-24 bulan. Dari hasil penelitian diharapkan adanya informasi atau sosialisasi yang lebih mendetail terkait bagaimana pola pemberian MP-ASI yang sesuai standar menurut WHO khususnya pada ibu atau pengasuh yang memiliki bayi dan anak balita.

References

Andriani, M & Wirjatmaji, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Djaeni Sediaoetama Achmad. 2018. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa Dan Profesi, Jilid 1. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat; 2018.
Ariani. Status Gizi Pada Bayi. Jakarta: Balai Pustaka; 2017
Ayensu. 2013. An Assessment of the Nutritional Status of Under Five Children in Four Districts in the Central Region of Ghana. Asian Journal of Agriculture and Rural Development.
Devi, M. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Status Gizi
Balita Di Pedesaan. Jurnal: Universitas Negeri Malang.
Erna M. L. 2016. Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Anak Balita Yang Memiliki Jamkesmas Di Desa Tegal Giri Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2016
Galuh Andrewina. 2016. Hubungan Karakteristik Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Kabupaten Sleman Yogyakarta. Program Studi Studi Kebidanan Jenjang Diploma IV Fakultas Ilmu Kesehatan ‘Aisiyah Yogyakarta. 2016
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp-Asi) Lokal. Jakarta: Departemen Kesehatan
Republik Indonesia.
Lestari, N. D. Analisis Determinan Gizi Kurang pada Balita di Kulon Progo, Yogyakarta. Indones J Nurs Pract. 2016;1(1):15-21. doi:10.18196/ijnp.1146.
Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012
Pibriyanti Kartika, Dwi Atmojo. Hubungan Tekstur Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Trucuk I
Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2017. JGK-Vol.9, No. 22.
Putri Chalaresta PA. Pola Pemberian MP-ASI Dan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Upt Kesmas Tampaksiring I. Journal Of Nutrition Science. 2018. Vol-7, No.4.
Rarastiti. 2013. Hubungan Karakteristik Ibu, Frekuensi Kehadiran Anak Ke Posyandu, Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Anak Usia 1-2
Tahun. Jurnal: Universitas Diponegoro Semarang
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Ri Tahun 2018.
Soekirman. 2018. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional.
Supariasa, I.D.N., Bakri Bachyar. Fajar Ibnu. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Egc; 2013
Unicef. 2012. Pedoman Hidup Sehat. Jakarta: Unicef.
Wardhani Gesit Kusuma. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan Di Kelurahan Setabelan Kota Surakarta Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mediahusada. Volume 07. Nomor 02. Oktober 2018
Published
2021-11-20
How to Cite
Mawaddah, S., Utami, P., & Khaerani, N. (2021). Analisis Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 12-24 Bulan di Desa Guntur Macan Puskesmas Gunungsari Tahun 2021. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 33 - 37. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i1.783