Analisis Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Pre Dan Post SC (Sectio Caesareann) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram

  • Nur Radiah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Siti Hidayati Mukhlis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Kismawati Mulyaningsih Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Keywords: Antibiotika, Section Caesarea, RSUD Kota Mataram

Abstract

Penggunaan antibiotika dianjurkan pada persalinan Section Caesarea baik untuk Pre dan Post Sectio untuk mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh mikoorganisme pada saat operasi. Antibiotika merupakan  senyawa kimia khas yang dihasilkan mikroorganisme hidup, sering digunakan dalam persalinan bedah caesar yaitu ampicillin, gentamisin dan metronidazole (WHO, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada pasien Pre dan Post Section Caesarea di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah data Rekam Medik pasien yaitu sebanyak 108 Rekam medik. Hasil penelitian  penggunaan antibiotika pada pasien Section Caesarea di RSUD Kota Mataram, menunjukkan bahwa antibiotika pre operasi yang digunakan adalah Cefoperazone 2 gram yang diberikan secara Intravena setiap 24 jam sekali selama 1 hari  sebanyak 108 pasien (100%). Sedangkan antibiotika post Section Caesarea yang paling banyak digunakan adalah Cefadroxil 500 mg yang diberikan secara oral setiap 12 jam sekali selama 6 hari sebanyak 108 pasien (100%).

References

Arikunto, S. (2011). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta : Jakarta
ASHP (American of Hospital Pharmacist). 2013. Clinical Practice Guidlines for antimicrobial Prophylaxis In Surgery.
Ayrshire. & Arran. (2012). How to help prevent and detect wound infection following a Caesarean section. www.nhsaaa.net. (diakses tanggal 22 April 2016).
Khan, S.A., et al., (2006), Survey and evaluation of antiviotic prophylaxia usage in surgery wards of tertiary level institution before and after implementation of clinical guidline.
Lamont, R. F., Sobel, J., Kusanovic, J.P., Vaisbuch, E., Tovi, S.M., Kim, S. K.,etal. (2011). Current Debate on the Use of Antibiotic Prophylaxis for Cesarean Section.
Lofmark, S., Edlund, C. & Nord, C. 2010. Metronidazole Is Still the Drug Of Choice for Treatment of Anaerobic Infections. Clinical Infectious Diseases Oxford Journal. 50 : S16-23.
WHO.Managing Complication In Pregnancy and Childbirth: A Guide for midwives an Doctors. 275-285. World Health Organization : Geneva
Wiknjosastro, H. (1999). Ilmu Kebidanan, Edisi III, 125. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.
Published
2021-11-20
How to Cite
Radiah, N., Mukhlis, S., & Mulyaningsih, K. (2021). Analisis Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Pre Dan Post SC (Sectio Caesareann) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 38 - 40. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i1.784