Analisis Status Gizi Kurang Dan Buruk Pada Pemeberian Makanan Tambahan Sebelum Waktunya
Keywords:
Status Gizi, Pemberian Makanan Tambahan
Abstract
Status gizi seseorang sangat ditentukan sejak dari dalam kandungan dan selama menyusui. Asupan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi status gizi anak pada usia balita. Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pencernaan, status gizi dan bahkan dapat mengabatkan kematian. Riskesdas 2018 menunjukkan status gizi pada balita mengalami peningkatan. Proporsi staus gizi kurang dan status gizi buruk menurun dari 19,6% menjadi 17,7%. Puskesmas karang pule memiliki cakupan ASI Eksklusif yang cukup rendah pada tahun 2015 yaitu 46,89%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Status gizi kurang pada pemberian makanan sebelum waktunya. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan rancangan Observasional analitik dan pendekatan case control.Penelitian dilakukan 5 April sampai dengan 28 Agustus 2019 Populasi penelitian berjumlah 139. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 sampel dengan tehnik sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan Klasifikasi status gizi balita sebagai berikut: Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (10,34%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 45 (38,79%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 1 (0,86%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 58 (50%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya berjumlah 51 (44%) dan yang mendapatkan ASI Eksklusif 65 (56%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya sesuai dengan status gizi saat ini pada Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (100%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 36 (80%%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 0 (0%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 3 (5,3 %). Terdapat pengaruh yang signifikan pemberi makanan tambahan sebelum waktunya terhadap Status gizi kurang pada balita P value:0,00. Selain pemberian asupan nutrisi melalui makanan pada saat usia diatas 6 bulan pemberian ASI menjadi solusi yang paling efektif dan mudah dilakukan untuk mencegh status gizi buruk dan kurang pada usia balita.References
Abd. Nasir, Abdul Muhith, Ideputri. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Mulia Medika.
Almatsier S. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Apriadji, WH. 2014. Gizi Keluarga, Seri Kesejahteraan Keluarga. Jakarta : PT Penebar Swadaya.
Ariani, P. A. 2017. Ilmu Gizi. Yogyakarta : Nuha Medika Arisman. 2003. Gizi Dalam Dasar Kehidupan. Jakarta : EGC
Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi : Gizi Dalam Dasar Kehidupan. Jakarta : EGC Badriul. 2008. Bedah ASI. Jakarta : Balai Pustaka FKUI
Beck, M. 2011. Ilmu Gizi Dan Diet Hubungannya Dengan Penyakit – Penyakit Untuk Perawat dan Dokter. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica
Brown, J. E. , et al, . 2005. Nutrition Through the Life Cycle 2nd edition. United States of America : Thomson Wadsworth.
Cindy V, dkk. 2017. Hubungan pemberian ASI ekslusif dengan status gizi anak usia 6 – 24 bulan di Kelurahan Kakaskasen 1 Kecamatan Tomohon Utara. Jurnal Kesehatan Universitas Sam Ratulangi
Gibney, M. J. et al. 2005. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC
Hidayat, A. A. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Hubertin. 2010. Konsep Penerapan ASI Ekslusif. Jakarta : EGC
Kemenkes RI. 2015. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019. Jakarta. Mardiati. 2006. Gambaran Status Gizi Anak Balita Di Tinjau Dari Pola Pengasuhan Pada IbuBekerja Dan Ibu Bukan Pekerja. Skripsi Fakultas Kesehatan Universitas Sumatera Utara.
Nigrum, Adityas Sulistya dan Yuli Isnaeni. 2014. Hubungan pemberian ASI ekslusif dengan status gizi balita usia 12 – 59 bulan di Posyandu Dewi Sartika Candran Sidoarum Sleman. Skripsi thesis Stikes Asiyiyah Yogyakarta
Nix S. W. 2015. Basic Nutrition & Diet Therapy, 12th ed. Moesby-Year Book, St Louis.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Riskesdas. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Kementerian RI
Siregar, M. Arifin. 2004. Faktor-faktor yang Mempengaruhi pemberian ASI oleh ibu melahirkan. Skripsi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sulistyaningsih. 2014. Metodologi Penelitian Kebidanan, Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sulistyoningsih, 2011. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta : Graha IlmuSusanto, Andina Vita dan Yuni Fitriana. . 2018. Asuhan Pada Kehamilan. Yogyakarta : Pustaka Baru
Wardlaw, G. M. 2017. Contenporary Nutrition, Seven Edition. New York : McGraw-Hill. pp56 Wargina, Ridzal, dkk. 2013. Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Status Gizi Bayi. Skripsi Fakultas Kesehatan Universitas Sumatera Utara
World Health Organization. 2015. Breastfeeding. http://www.who.int/topics/breastfeeding/en/. (Diakses tanggal 1 Mei 2018)
Yanti, Damai, & Dian Sundawati. 2011. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Bandung : Refika Aditama.
Almatsier S. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Apriadji, WH. 2014. Gizi Keluarga, Seri Kesejahteraan Keluarga. Jakarta : PT Penebar Swadaya.
Ariani, P. A. 2017. Ilmu Gizi. Yogyakarta : Nuha Medika Arisman. 2003. Gizi Dalam Dasar Kehidupan. Jakarta : EGC
Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi : Gizi Dalam Dasar Kehidupan. Jakarta : EGC Badriul. 2008. Bedah ASI. Jakarta : Balai Pustaka FKUI
Beck, M. 2011. Ilmu Gizi Dan Diet Hubungannya Dengan Penyakit – Penyakit Untuk Perawat dan Dokter. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica
Brown, J. E. , et al, . 2005. Nutrition Through the Life Cycle 2nd edition. United States of America : Thomson Wadsworth.
Cindy V, dkk. 2017. Hubungan pemberian ASI ekslusif dengan status gizi anak usia 6 – 24 bulan di Kelurahan Kakaskasen 1 Kecamatan Tomohon Utara. Jurnal Kesehatan Universitas Sam Ratulangi
Gibney, M. J. et al. 2005. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC
Hidayat, A. A. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Hubertin. 2010. Konsep Penerapan ASI Ekslusif. Jakarta : EGC
Kemenkes RI. 2015. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015 – 2019. Jakarta. Mardiati. 2006. Gambaran Status Gizi Anak Balita Di Tinjau Dari Pola Pengasuhan Pada IbuBekerja Dan Ibu Bukan Pekerja. Skripsi Fakultas Kesehatan Universitas Sumatera Utara.
Nigrum, Adityas Sulistya dan Yuli Isnaeni. 2014. Hubungan pemberian ASI ekslusif dengan status gizi balita usia 12 – 59 bulan di Posyandu Dewi Sartika Candran Sidoarum Sleman. Skripsi thesis Stikes Asiyiyah Yogyakarta
Nix S. W. 2015. Basic Nutrition & Diet Therapy, 12th ed. Moesby-Year Book, St Louis.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Prilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Riskesdas. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Kementerian RI
Siregar, M. Arifin. 2004. Faktor-faktor yang Mempengaruhi pemberian ASI oleh ibu melahirkan. Skripsi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sulistyaningsih. 2014. Metodologi Penelitian Kebidanan, Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sulistyoningsih, 2011. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta : Graha IlmuSusanto, Andina Vita dan Yuni Fitriana. . 2018. Asuhan Pada Kehamilan. Yogyakarta : Pustaka Baru
Wardlaw, G. M. 2017. Contenporary Nutrition, Seven Edition. New York : McGraw-Hill. pp56 Wargina, Ridzal, dkk. 2013. Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Status Gizi Bayi. Skripsi Fakultas Kesehatan Universitas Sumatera Utara
World Health Organization. 2015. Breastfeeding. http://www.who.int/topics/breastfeeding/en/. (Diakses tanggal 1 Mei 2018)
Yanti, Damai, & Dian Sundawati. 2011. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Bandung : Refika Aditama.
Published
2021-11-20
How to Cite
Muliani, S., Safinatunnaja, B., & Mardianti, N. (2021). Analisis Status Gizi Kurang Dan Buruk Pada Pemeberian Makanan Tambahan Sebelum Waktunya. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 9(1), 41 - 45. https://doi.org/10.51673/jikf.v9i1.786
Section
Articles