MODEL PENELITIAN FATWA
PENDEKATAN HERMENEUTIK KHALED ABOU EL-FADL
Abstract
Tulisan ini membincangkan gagasan hermeneutik yang diusung oleh Khaled Abou El Fadl dalam pergumulan pemikiran hukum Islam khususnya dan diskursus pemikiran Islam kontemporer pada umumnya. Pendekatan hermeneutik ini dihajatkan Khaled Abou El Fadl sebagai sebuah metodologi yang dipakai dalam rangka membongkar praktek otoritarianisme terselubung yang menunggangi lembaga-lembaga organisasi keagamaan dan atau individu di dalam memproduksi fatwa. Kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pembaca (reader) dengan “merampas kekuasaan Tuhan” (Author) dalam membaca teks-teks (text) keagamaan yang otoritatif menjadikan teks tersebut berubah menjadi otoriter dan menyingkirkan jenis pemahaman dan interpretasi yang dikemukakan oleh pihak lain. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-eksploratif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui konsep otoritas, Khaled Abou El Fadl berusaha menggali gagasan tentang bagaimana seseorang mewakili suara Tuhan tanpa menganggap dirinya sebagai Tuhan, atau setidaknya, tanpa ingin dipandang sebagai Tuhan. Hubungan ketiga unsur triadic antara teks (text), pembaca (reader) dan pengarang (author) juga proses negosiasi terhadap pencarian makna harus berjalan dinamis untuk membendung otoritaritarianisme. Khaled mempersyaratkan lima hal atas keberwenangan dalam menggunakan otoritas guna menghindari praktik penyalahgunaan otoritas, diantaranya: kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas, dan pengendalian diri.
Kata kunci : pendekatan hermeneutik, otoritarianisme, otoritas, prasyarat.
