Memahami Al - Qur`an dan Hadits Perspektif Teologis - Normatif
Pendekatan Teologis Normatif
Abstract
Keanekaragaman yang ada di Indonesia baik itu dari segi agamanya keyakinan dan ormas-ormasnya, hal inilah yang membuat indonesia kelihatannya menjadi tidak akur disebabkan karena perbedaan-perbedaan tersebut. Akan tetapi jika indonesia bisa saling mengahargai antara satu sama lain maka indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat baik dari segi agama, budaya, kultural dan terlebih lagi ekonomi masyarakat. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dalam kajian studi agama di Indonesia disebabkan karena beragamnya objek kajian dan metode kajiannya dan kajian yang memposisikan agama sebagai doktrin disebut dengan pendekatan teologis normatif sedangkan kajian yang memposisikan agama sebagai realitas sosial maka disebut dengan pendekatan historis, sosiologis, dan antropologi. Akan tetapi yang menjadi permasalahan dalam dewasa ini adalah kurangnya toleransi dan saling tolong menolong antar sesama umat manusia terlebih lagi ketika ada perbedaan diantara kedua belah pihak baik itu dari segi keyakinan dan pemahaman. Dalam Islam sendiri sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan baik dalam hal apapun selama tidak keluar dari koridor aturan masing-masing agama. Dan metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kepustakaan (library risearch), dan hasil dari penulisan ini memberikan makna bahwa pendekatan teologis normatif dalam Islam dapat dipahami dan diamati pada pemahaman atau pemaknaan Nash al-Qur`an dan Hadits, sehingga para agamawan dalam memahami al-Qur`an dan hadits tidak hanya menggunakan satu pendekatan saja akan tetapi dengan menggunakan berbagai macam pendekatan seperti Teologi Filosofis, Normatif Sosilogis dll dengan tujuan bahwa agama itu tidak jumud dalam suatu permasalahan. Sehingga ketika al-Qur`an dan Hadits dimaknai dengan teori-teori pendekatan tersebut maka segala problem yang ada di dalam masyarakat bisa terselesaikan dengan aman dan tentram tanpa harus saling menyalahkan dan pertumpahan darah, karena al-Qur`an dan Hadits berisi dua pokok yaitu prinsip Fundamental dan alat sebagai penghubung untuk mencapai prinsip-prinsip fundamental tersebut. Selain itu juga menjadikan para pemelunya lebih faham terhadap agama tanpa ada unsur fanatisme buta dengan orang lain atau kelompok tertentu disebabkan karena mereka mampu membedakan mana yang dikatakan ta`abbudi dan mana yang disebut dengan amaliayah.
