PARADIGMA KONTEKTUALISASI TAFSIR BERBASIS SAINS (I’jaz al-Qur’an dalam Paradigma Epistemologi Modern
Abstract
Ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan al-Qur’an. Al- Qur’an adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, sejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah al-Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengethuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan, semuanya telah tercover di dalamnya yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablu min Allah); sesama manusia (Hablu min al-nas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu empiris, ilmu agama, umum dan sebagainya. Salah satu kemu’jizatan (keistimewaan) al-Qur’an yang paling utama adalah hubungannya dengan sains dan ilmu pengetahuaan, begitu pentingnya sains dan ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an sehingga Allah menurunkan ayat yang pertama kali yang memerintahkan untuk membaca (iqra’).
