Uji Sifat Fisik Sediaan Krim Body Scrub Dari Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Abstract
Bayam merah mengandung vitamin C dan flavonoid sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Sifat Fisik Sediaan Krim Body Scrub dari Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian pra- eksperimental. Ekstrak daun bayam merah diperoleh dari serbuk bayam merah yang digunakan sebanyak 100 gram dengan pelarut 1000 mL etanol 70% dan mendapatkan hasil ektrak kental sebanyak 45 gram. Dalam penelitian ini menggunakan daun bayam merah yang di buat dengan konsentrasi ( 0,75%, 1% dan 1,25%) dengan melakukan uji sifat fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji iritasi. Data yang di peroleh di analisis secara deskriftif. Hasil uji organoleptis sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turut berwarna coklat muda dan coklat tua, tekstur ada partikel kasar scrub, dan untuk bau pada sediaan krim body scrub bayam merah berbau aroma khas bayam merah. Uji homogenitas sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, dan 1,25% homogen atau komponen sediaan tercampur merata. Uji pH sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% dengan rerata berturut-turut 7,8, 7,7, dan 7,6 hal ini telah memenuhi standar penelitian yaitu berkisar 4,5-8,0. Uji daya lekat sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turut dengan rerata 5,21, 6,66 dan 6,38 detik hal ini telah memenuhi standar karena diatas 4 detik. Uji daya sebar sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% berturut-turt dengan rerata 5,1 dan 5 cm hal ini telah memenuhi standar yaitu berkisar antara 5-7 cm. Uji iritasi sediaan krim body scrub ekstrak bayam merah pada formulasi 0,76%, 1%, dan 1,25% tidak terjadi iritasi dan gatal atau sesuai standar. Kesimpulan sediaan krim body scrub ekstrak daun bayam merah pada pengujian organoleptis, uji homogenitas, uji pH, daya sebar, uji iritasi dan uji daya lekat pada formulasi 0,75%, 1%, 1,25% telah memenuhi syarat sesuai standar penelitian.
References
Alam, 2009. Cosmetic Dermatology for skin of Color. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
Al-Qur’an dan terjemahan, 2008. Departemen Agama RI. Bandung: Diponogoro.
Azila, A.K. 2012.MCj vol 7 Azila’s articles body scrub.
Bauman & Saghari, 2009. Basic Science of The Dermis. Dalam L. S. Baumann, Cosmetic Dermatology. Second edition. (hal, 8-42). New York: Mc Graw Hill.
BPOM RI, 2015. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Persyaratan Teknis Kosmetika, Jakarta.
Darwati, 2013. Cantik Dengan Lulur Herbal. Surabaya: Tribbun Media.
Departemen Kesehatan RI, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III, Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Dwi, 2021. Bertanam Bayam Dan Pasca Panen, Yogyakarta : Kanisius.
Hari, S. N. 2015. „Pengaruh Penggunaan Lulur Zaitun Terhadap Perawatan Kulit Tubuh‟.
Handayani, D.L., Y, R.Hardani. 2016. Formulasi Mikroemulsi Ekstrak Terpurifikasi Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) Sebagai Suplemen Antioksidan. Jurnal Galenka. 3(1): 1-9.
Karimah, H. (2020).”Sediaan Body scrub Ekstrak Kulit Ari Biji Kakoa (Theobroma Cacoa). “Jurnal Praktikum Kosmetologi.
Lestari, U., Farid. F & Sari P. M. 2017. Formulasi dan Uji Sifat Fisik Lulur Body scrub Arang Aktif dari Cangkang Sawit (Elaeis Guineensis Jacg) sebagai Detoksifikasi. Jurnal Sains dan Tekhnologi Darmasi Vol 19 suplemen 1. Program Studi Farmasi Fakultas Sains dan Tekhnologi.Universitas Jambi.
Novitasari, N.K.A. 2018. Uji Angka Lempeng Total dan Identifikasi Staphylococcus aureus Pada Lulur Tradisional. Karya Tulis Ilmiah. Jurusan Analis Kesehatan. Politeknik Kemenkes Denpasar. Denpasar. Halaman 9-10.
Rani Prabandi, 2018. Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Lulur dari Rimpang Kunyit (Curcuma longa linn). Jurnal Kesehatan.
Rohdiana, 2001. Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol Dalam Daun Teh, Majalah Jurnal Indonesia 12, (hal, 53-58)
Sunarni, 2005. Aktivitas Antioksidan Penangkap Radikal Bebas Beberapa Kecambah Dari Biji Tanaman Familia Papilionaceae. Jurnal Farmasi Indonesia.
Sumardjo, 2009. Pengantar Buku Kimia, Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Syaiffudin, 2015. Uji Aktifitas Antioksidan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) Segar Dan Rebus Dengan Metode Dpph (1,1-Diphenyl-2-picylhydrazyl). Skripsi. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang.
Tranggono, 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. (hal 4).
Winarsi, 2007. Antioksidan alami dan radikal bebas potensi dan aplikasinya dalam kesehatan. Yogyakarta. Kanisius.
Wasitaatmadja, S. M. Anatomi Kulit. Dalam Djuanda, A. 2011. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.