Organoleptic Testing And Inhibition Testing Of A Preparation Of Pegagan (Centella asiatica) Leaf Extract Lotion Against The Bacteria Staphylococcus epidermidis

  • Fitria Afriani STIKes Kusuma Bangsa

Abstract

Kulit merupakan lapisan atau jaringan terluar yang menutupi seluruh tubuh dan melindungi tubuh dari bahaya yang datang dari luar, terutama bakteri. Salah satu permasalahan kulit yang sering ditemui saat ini di kalangan remaja adalah jerawat. Salah satu bakteri penyebab tumbuhnya jerawat adalah Staphylococcus epidermidis. Daun pegagan (centella asiatica) merupakan tanaman yang mengandung zat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji organoleptik dan daya hambat suatu sediaan lotion dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi lotion yang mengandung ekstrak pegagan 0,5 ml, 0,75 ml dan 1 ml mampu menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai daya hambat sebesar 28 mm, 28 mm dan 29 mm. Hasil Uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p value sebesar 0,010 (p ≤ 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat efek penghambatan sediaan lotion dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.

References

Ashar, M. (2016). Formulasi dan uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Botto'-Botto'(Chromoleana odorata L) Sebagai Obat Jerawat dengan Menggunakan Variasi Konsentrasi Basis Kabopol. Makassar. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin.
Aviany, H. B., & Pujiyanto, S. (2020). Analisis Efektivitas Probiotik di Dalam Produk Kecantikan sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Berkala Bioteknologi, 3(2), 24–31.
Azzahra, F., & Hayati, M. (2018). Uji aktivitas ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L). urb) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 5(1), 9-19.
Budi, S., & Rahmawati, M. (2020). Pengembangan Formula Gel Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) sebagai Antijerawat. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 6(2), 51.
Fadilah, A. A. (2021). Hubungan Stres Psikologis Terhadap Timbulnya Akne Vulgaris. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 390–395.
Fatimah, S., Prasetyaningsih, Y., & Astuti Carmanyta, S. (2022). Uji Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa. JFL: Jurnal Farmasi Lampung, 10(2), 92–99.
Manaroinsong, A., Abidjulu, J., & Siagian, K. V. (2015). Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Pharmacon, 4(4), 27–33.
Rakhman, S. B. & A. (2018). Formulasi Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) Untuk Antibakteri. Skripsi. STIKES SARI MULIA.
Sandy, M., Wardani, T. S., & Septiarini, A. D. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi n-heksan, Fraksi etil asetat, fraksi air Daun Pegagan (centella asiatica (L.) Urb) Terhadap escherichia coli ATCC 25922. Media Farmasi Indonesia, 16(2), 1683-1692.
Published
2025-01-30
How to Cite
Afriani, F. (2025). Organoleptic Testing And Inhibition Testing Of A Preparation Of Pegagan (Centella asiatica) Leaf Extract Lotion Against The Bacteria Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Farmasi, 12(2), 37 - 39. https://doi.org/10.51673/jikf.v12i2.2072