Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Penanganan Nyeri di Masyarakat Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram Tahun 2024

  • Nur Radiah
  • Indri Hartinah Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
  • Andy Susbandiyah Ifada Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Abstrak

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal yang sering dilakukan seseorang agar kembali sehat adalah berobat ke Dokter atau mengobati diri sendiri yang biasa disebut dengan swamedikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri terhadap masyarakat yang berada di kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, penelitian ini sudah dilakukan pada bulan April-Mei 2024 di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram dengan populasi dalam penelitian berjumlah 1400 jiwa teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel yang didasarkan atas kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 94 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden dengan swamedikasi nyeri dikatakan cukup dengan persentase (47,87%), dan untuk perilaku swamedikasi nyeri dikatakan cukup dengan persentase responden sebanyak (39,36%). Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri di Masyarakat Kelurahan Karang Pule dikategorikan Baik. Dan tidak ada hubungan signifikan anatara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri masyarakat. Diharapkan untuk tenaga Kesehatan mengadakan penyuluhan terhadap swamedikasi nyeri di masyarakat

Referensi

Artini, K.S., & Hanugrah, A. C. (2020).”Hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap prilaku swamedikasi nyeri yang rasional”. INPHARNMED Journal (Indonesian pharmacy and natural medican journal), 4(2), 32- 34. DOI:10.21927/inpharnmed.v%vi%.1253
Chusun. & Lestari, N. S. 2020 Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengobatan sendiri (swamedikasi ) untuk obat analgesic “jurnal riset kefarmasian Indonesia” 2(3).
Dari, D.W. & Susilo, A. I. (2022) Gambaran Praktek Swamedikasi Masyarakat Kota Bengkulu Pada Penggunaan Obat Analgesik “JURNAL PHARMACOPOEIA 1(2), 106-117
Enza, I. 2021. Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Obat Analgesik Di Desa Klingkung Kcamatan pangkah. Tugas akhir Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal.
Khuluq,H., & zukhruf, N. (2019) “Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi analgesic pada masyarakat”. Jurnal ilmiah Kesehatan keperawatan 15(2), 50-54. DOI:10.26753/jikk.v15i2.366
Nafisah, U. & Sari, D. W. (2023) “Tingkat Pengetahuan dan Perilaku swamedikasi Analgetic Pada Masyarakat Desa Terek Kabupaten Karang Anyar.”Porisding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas).
Persulesi,R.B., & Soegihrati, P. (2018)”Tingkat pengetahuan ketepatan penggunaan obat analgetic pada swamedikasi nyeri”Gema Kesehatan 10(2), http:/jurnalpoltekkesjayapura.com/index._php/gk
Ronaldo. B.P &Brechkerts. L.A. (2018)”Tingkat pengetahuan ketepatan penggunaan obat analgetic pada swamedikasi nyeri”Gema Kesehatan 10(2), http:/jurnalpoltekkesjayapura.com/index._php/gk
Sudirjo, F. & Muhtadi, M, A. (2023) Faktor-faktor mempengaruhi perilaku. Vol 1, no, 03, juli 2023, pp. 207-215
Diterbitkan
2025-01-30